Guru Temukan Tautan di Buku Pelajaran Sosiologi SMA Mengarah ke Situs Porno

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku pelajaran Sosiologi kelas XII yang ditemukan di satu halamannya memuat tautan ke situs pornografi. (Dok.SMAN9 Bandung)

    Buku pelajaran Sosiologi kelas XII yang ditemukan di satu halamannya memuat tautan ke situs pornografi. (Dok.SMAN9 Bandung)

    TEMPO.CO, Bandung - Sebuah buku pelajaran Sosiologi untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah kelas XII memuat tautan ke situs porno. Kalangan guru mendesak pemerintah khususnya kementerian terkait bertindak menutup akses situs porno itu.

    “Selain berisi komik porno juga ada videonya,” kata Iwan Hermawan, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sosiologi Jawa Barat, Rabu 10 Februari 2021.

    Temuan itu menurutnya, bermula pada pekan lalu ketika seorang guru di Kabupaten Tegal yang tertarik mempelajari budaya Sunda pada buku itu. Sesuai materi yang sedang masuk dalam topik pelajaran sekolah, guru itu mencoba menjelajah ke sebuah alamat situs yang tertulis di halaman 216 buku.

    Dari pantauan Tempo, tautan itu jika dibuka di komputer, mengarah ke laman sebuah perusahaan spesialis manajemen lingkungan. Namun ketika dibuka lewat smartphone, nama situs itu berubah dengan laman bergambar komik porno.

    Iwan menduga ada pergantian pemilik namun nama situsnya tetap sama. “Hasil penelusuran pemilik awalnya belum dapat,” kata guru Sosiologi di SMAN 9 Bandung itu.

    Sementara ini, Iwan mengatakan, sekolahnya telah menahan buku itu yang berjumlah 132 eksemplar di perpustakaan sekolah. Buku itu sebelum pandemi biasa dipinjamkan ke siswa. Adapun sekolah membeli buku terbitan 2016 itu dari sebuah penerbit pada 2018 dari dana Bantuan Operasional Sekolah.

    “Bukunya jangan ditarik karena isinya berkualitas, tapi pemerintah segera blokir saja situs itu,” ujar Iwan.

    Baca juga:
    26 Kepala SMP di Yogyakarta Bikin Buku Testimoni Pendidikan Jarak Jauh

    Anggota Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia bidang Advokasi itu juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih berhati-hati dalam perizinan buku pelajaran yang isinya menautkan ke situs tertentu. Para penulis buku sekolah diminta untuk tidak menggunakan situs-situs di Internet yang tidak jelas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.