Menkes Minta Tracing 30 Orang per Kasus Positif Covid-19, Yogya Kerahkan Babinsa

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berbincang dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Senin, 25 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas berbincang dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Senin, 25 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Yogyakarta siap menindaklanjuti rencana Kementerian Kesehatan terkait upaya percepatan dan perluasan testing dan tracing Covid-19 melalui swab antigen di Puskesmas. Kementerian Kesehatan menargetkan tracing dan testing pada tiap temuan kasus positif bisa menjangkau sedikitnya 30 kontak erat.

    "Saat ini kami sudah siapkan surveilans yang akan menjadi contact tracer sebanyak 90 orang yang masih akan dibantu dari Babinsa dan Babinkamtibmas," kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi kepada Tempo, Kamis 11 Februari 2021.

    Heroe yang juga Wakil Walikota Yogya itu mengatakan jumlah kontak erat yang harus di-tracing dari setiap satu kasus positif tersebut jelas butuh sumber daya manusia (SDM) cukup. Dia mengilustrasikan jika dalam satu hari ada 50 kasus positif maka minimal harus dilakukan 1000 testing dengan swab antigen.

    "Jika hari kedua ada 30 kasus, minimal harus ada 600 testing antigen, artinya semakin hari angka (kebutuhan untuk testing) akan semakin besar," kata dia.

    Dalam upaya tracing, Heroe mengantisipasi petugas pelacak tidak selalu bisa menyelesaikannya dalam satu hari. Begitu juga proses testing. "Sehingga potensi penumpukan antrean yang di-testing nanti akan menjadi persoalan terhadap kecepatan melakukan isolasi mandiri warga yang suspect," ujarnya.

    Di sisi lain, puskesmas di Kota Yogya saat ini per hari minimal mengerahkan 60 vaksin untuk tenaga kesehatan. Ini juga dipastikannya bakal meningkat jumlahnya. 

    Ditambah dengan kebutuhan 50-70 tenaga untuk perluasan tracing dan testing itu, Heroe juga menekankan fasilitas kesehatan harus diatur sedemikian rupa agar warga yang hendak mendapatkan vaksinasi dan tes swab antigen tidak berkerumun di puskesmas.

    Heroe menilai kondisi pengaturan itu juga menjadi pekerjaan rumah yang harus jadi perhatian semua pihak. Sebenarnya, dia berpendapat, alat Genose UGM bisa membantu lebih cepat dan mengurangi potensi penumpukan di fasilitas kesehatan. Sebelum kebijakan perluasan testing dan tracing, alat itu telah disosialisasikan sebagai sarana untuk screening kasus Covid-19 yang akurat namun murah. 

    Baca juga:
    Klaim Kasus Sembuh Covid-19 Meningkat, Yogya Larang ASN ke Luar Kota

    "Apalagi jika tujuan utamanya adalah untuk secepatnya mengisolasi yang suspek Covid 19, hasil dari GeNose sudah bisa," katanya sambil menambahkan, "Tetapi jika dengan tujuan diagnosis memang antigen akan memudahkan,".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.