Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Bandung, 700-an Tenaga Kesehatan Gagal Disuntik

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter menunjukan kartu vaksinasi usai penyuntikan vaksin Covid-19 di RS Kesehatan Ibu dan Anak di Bandung, Kamis, 14 Januari 2021. Hari ini dilaksanakan penyuntikan pertama vaksin Covid-19 Sinovac khusus untuk 1,4 juta tenaga medis di Indonesia. TEMPO/Prima mulia

    Dokter menunjukan kartu vaksinasi usai penyuntikan vaksin Covid-19 di RS Kesehatan Ibu dan Anak di Bandung, Kamis, 14 Januari 2021. Hari ini dilaksanakan penyuntikan pertama vaksin Covid-19 Sinovac khusus untuk 1,4 juta tenaga medis di Indonesia. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Target vaksinasi Covid-19 bagi kalangan tenaga kesehatan di Bandung, Jawa Barat, meleset. Dari sasaran 3.000 orang dalam Gebyar Vaksinasi, hanya 2.301 orang yang bisa mendapat suntikan pertama. Suntikan keduanya pada 17-18 Februari 2021 mencakup 97 persen.

    Gebyar Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat dilaksanakan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin, Bandung. Lokasi penyuntikan massal itu di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB.

    Menurut Zulvayanti, seorang koordinator lapangan tim acara itu, suntikan dosis pertama digelar pada 3 dan 4 Februari 2021. Sasaran tenaga kesehatan yang direncanakan berjumlah 3.000 orang.

    “Tetapi pada dosis pertama yang berhasil diberikan vaksinasi itu hanya 2.301 orang, kurang lebih 77 persennya,” kata dia lewat keterangan dari Humas RS Hasan Sadikin Bandung, Jumat 19 Februari 2021.

    Alasan tidak diberikannya vaksinasi itu beberapa diantaranya karena peserta tidak memenuhi syarat secara kesehatan. Kemudian, dari 2.301 orang yang divaksin pertama itu, tidak semuanya bisa mendapat suntikan kedua pada 17-18 Februari 2021.

    “Jumlahnya 2.230 orang atau sekitar 97 persen,” ujarnya. Alasan lain yang tidak disuntik kedua yaitu ada yang sudah divaksinasi di tempat lain, sakit, dan terkait pekerjaan.

    Sebelumnya, koordinator acara Gebyar Vaksinasi Covid-19,  Nina Susana Dewi, mengatakan, sasaran yang divaksin dosis kedua berjumlah 850 orang dan 1.450 orang di hari kedua. Namun beberapa tenaga kesehatan yang akan divaksin itu terpaksa harus ditunda.

    “Tensi tinggi kemudian ada yang menyusui, mungkin itu masuk ke Maret,” kata Direktur Utama RS Hasan Sadikin Bandung itu.

    Selama vaksinasi massal itu, menurut Zulvayanti, tidak ada keluhan berat yang dilaporkan sebagai kejadian ikutan pasca pemberian imunisasi. “Umumnya keluhan hanya berupa pusing kemudian lemas tetapi semuanya dapat ditangani di tempat pemberian vaksin,” katanya.

    Baca juga:
    Hipertensi, Sebagian Tenaga Kesehatan DIY Gagal Terima Vaksin Covid-19

    Tenaga kesehatan yang belum mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua diminta menghubungi nomor kontak yang ada di kartu vaksin. Bagi yang gagal disuntik karena alasan sakit, setelah sembuh dapat dijadwalkan kembali waktu vaksinasi Covid-19.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.