Redmi 9T Resmi Hadir dengan Baterai 6.000 mAh, Ini Harga dan Speknya

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Redmi 9T resmi dirilis di Indonesia dengan daya baterai besar 6.000 mAh. Kredit: Xiaomi Indonesia

    Redmi 9T resmi dirilis di Indonesia dengan daya baterai besar 6.000 mAh. Kredit: Xiaomi Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Xiaomi resmi menghadirkan smartphone entry-level terbarunya Redmi 9T. Ponsel pintar ini hadir dengan tagline “Jawaranya Batre Gede” karena memiliki daya baterai 6.000 mAh plus charger 22,5W.

    Baca:
    Xiaomi Rilis Global Redmi 9T dan Note 9T 5G, Simak Beda Keduanya  

    Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse menerangkan, Redmi 9T menghadirkan sejumlah peningkatan dalam hal gaya, kamera, performa, dan pengalaman. “Untuk menjadi jawara yang baru di kelas entry-level. Ini adalah keluarga terbaru dari Geng Jawara,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Februari 2021.

    Redmi 9T ditunjang dengan chipset besutan Qualcomm, Snapdragon 662. Bagian layarnya berukuran 6,53 inci dengan resolusi FHD+ Dot Drop Display yang memiliki bulatan sebagai tempat kamera depan. Layarnya sudah dilapisi Corning Gorilla Glass 3.

    Ponsel ini hadir dengan empat kamera, sensor utama 48 MP, ultra-wide 8 MP, makro 2 MP, dan depth sensor. Keempat kamera ini sudah dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Redmi 9T juga hadir dengan fitur unggulan seperti IR Blaster dan dukungan expandable storage hingga 512 GB. Ponsel merek asal Cina ini hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Carbon Gray, Twilight Blue, dan Ocean Green.

    Redmi 9T akan mulai dijual pada 24 Februari pukul 12.00 melalui mi.com, JD.ID, dan Authorized Mi Store. Soal harga untuk model RAM 4 GB/64 GB dibanderol dengan harga perkenalan Rp 1,899 juta (normal Rp 1,999 juta), dan RAM 6 GB/128 GB harga perkenalan Rp 2,299 juta (normal Rp 2,399 juta).


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.