Tips Teknologi: Mencadangkan Data Sebelum Ganti Smartphone Baru

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengguna Facebook login melalui ponselnya di sebuah kafe di Hanoi, Vietnam 19 November 2020. [REUTERS / Kham]

    Seorang pengguna Facebook login melalui ponselnya di sebuah kafe di Hanoi, Vietnam 19 November 2020. [REUTERS / Kham]

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi kebanyakan pengguna smartphone, data penting seperti pesan, kalender, kontak, dan sebagaimana disimpan di dalam cloud.

    Namun, ponsel atau tablet Anda mungkin masih memiliki beberapa informasi yang tidak dicadangkan ke cloud, tergantung pada aplikasi yang digunakan dan layanan sinkronisasi/pencadangan yang Anda aktifkan.

    Baca:
    Dua Guru Besar Bicara Vaksin Nusantara yang Dikembangkan Terawan

    Untuk tips teknologi kali ini, akan mengulas tentang beberapa cara mencadangkan data dan memastikannya sampai ke ponsel atau tablet Anda. Berikut tips tersebut, seperti dikutip Android Police, 20 Februari 2021:

    ADVERTISEMENT

    1. Periksa status sinkronisasi akun 

    Memeriksa status sinkronisasi Android untuk akun cloud Anda adalah langkah pertama. Ini memastikan semua yang harus dicadangkan benar-benar dicadangkan.

    Caranya, buka aplikasi Pengaturan, ketuk opsi Akun, pilih akun Google utama Anda, dan verifikasi bahwa semua aplikasi dan layanan di bawah akun telah disinkronkan baru-baru ini. Pengaturan mungkin terlihat sedikit berbeda (atau berada di tempat yang berbeda) tergantung pada perangkat Anda. 

    Jika beberapa layanan belum disinkronkan baru-baru ini, ketuk tombol Sinkronkan Sekarang di halaman itu. Bergantung pada versi Android Anda, opsi Sync Now mungkin ada di bawah menu. Alasan untuk memeriksa area ini sederhana: terkadang sinkronisasi terputus. 

    2. Pastikan foto dan video di-backup 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.