6 Isu Seputar Polemik Vaksin Nusantara Gagasan Eks Menteri Kesehatan Terawan

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    3. Perbedaan dari Vaksin Nusantara yang digagas Terawan dengan vaksin Covid-19 lainnya terletak pada motor aktivitasnya. Hal ini dijelaskan oleh Guru Besar dari Universitas Airlangga Chairul Anwar Nidom.

    Menurutnya vaksin konvensional secara umum disuntikkan ke seseorang dengan antigen (virus inaktif atau subunit protein). Kemudian, tubuh dibiarkan melakukan proses pembentukan antibodi.
    Sedangkan Vaksin Nusantara berbasis sel dendritik yang disebut Nidom sebagai pabrik antibodi. Sel tersebut yang sudah dirangsang/digertak di luar, lalu disuntikan ke seseorang. Diharapkan, sel dendritik ini akan memproduksi antibodi yang siap menetralisir virus yang menginfeksi.

    4. Kelebihan dari Vaksin Nusantara ini, lantaran berasal dari sel yang diambil dari tubuh penerima, vaksin dari sel dendritik diklaim kecil kemungkinannya menimbulkan infeksi.

    “Kemungkinan reaksi penolakan lebih rendah,” ucap Anggota Tim Peneliti Vaksin Nusantara, Dokter Yetty Movieta Nency. “Benda asing dibandingkan dari tubuh manusia itu kan beda. Itu dari darah kita diolah dimasukkan lagi. Di situlah keunggulannya,” imbuhnya.

    Selain itu, Yetty menyebutkan, jika telah diproduksi masal, harga satu dosis Vaksin Nusantara hanya sekitar US$ 10. Menurut Yetty, harga Vaksin Nusantara lebih murah karena biaya produksi yang hemat. “Anggaran penyimpanan, distribusi, penambahan, bisa diminimalisir,” ujar dia pada Kamis, 18 Februari 2021.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.