Periode Kedua Vaksinasi Covid-19, Ini 7 Vaksin yang Boleh Beredar di Indonesia

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menerima suntikan pertama Vaksin COVID-19, di gedung KPK, Selasa, 23 Februari 2021. Pelaksanaan program Vaksinasi COVID-19 dilingkungan KPK ini sebagai upaya percepatan pengendalian dan penanganan penyebaran pandemi COVID-19. Pemberian vaksin dilakukan kepada Pimpinan KPK, pegawai, tahanan, dan awak media. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menerima suntikan pertama Vaksin COVID-19, di gedung KPK, Selasa, 23 Februari 2021. Pelaksanaan program Vaksinasi COVID-19 dilingkungan KPK ini sebagai upaya percepatan pengendalian dan penanganan penyebaran pandemi COVID-19. Pemberian vaksin dilakukan kepada Pimpinan KPK, pegawai, tahanan, dan awak media. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai sejak Rabu, 13 Januari 2021, orang Indonesia pertama yang mendapat suntikan vaksin tersebut adalah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.

    Kemudian disusul sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi.

    Baru-baru ini Presiden Jokowi atau Joko Widodo dalam acara virtual Konferensi Internasional soal Menangani Pandemi Covid-19 pada Selasa, 23 Februari 2021 mengatakan Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang memulai vaksinasi Covid-19.

    “Indonesia termasuk salah satu negara yang beruntung. Kita ini beruntung. Dari awal pandemi, kita sudah bergerak untuk mengamankan akses dan komitmen pasokan vaksin untuk negara kita Indonesia. Diplomasi vaksin kita sudah berjalan sejak awal pandemi,” kata Presiden Jokowi.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah menetapkan vaksin Covid-19 yang beredar di Indonesia dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/12758/2020. Berikut daftar vaksin Covid-19 yang beredar di Indonesia dalam surat keputusan tersebut.

    1. Sinovac

    Vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac Life Sciences Co. Ltd, merupakan vaksin berjenis inactivated vaccine atau virus mati. Dikutip dari laman fancycomma.com terbit Sabtu, 6 Februari 2021, vaksin yang dilemahkan dibuat dengan menonaktifkan, atau membunuh, patogen (yaitu, bakteri atau virus) selama proses pengembangan vaksin.

    Panas atau bahan kimia seperti formaldehida digunakan untuk menonaktifkan virus untuk digunakan dalam vaksin. Manfaat utama dari virus yang tidak aktif dan alasan mengapa mereka digunakan dalam vaksin adalah bahwa virus menunjukkan keseluruhan virus ke sistem kekebalan, dan karena mereka dibunuh, tidak dapat menyebabkan penyakit.

    2. Novavax

    Vaksin Covid-19 buatan perusahaan bioteknologi asal Maryland, As, dengan kode NVX-CoV2373 ini dikembangkan dan telah diumumkan hasil uji klinis fase awal untuk calon vaksin Covid-19 pada Selasa, 22 September 2020 lalu.

    Vaksin ini dinilai paling menjanjikan di antara calon vaksin Covid-19 lainnya pada waktu itu. Dikutip dari laman resmi Novavax, Stanley C. Erck, Presiden dan Kepala Eksekutif Perusahaan Novavax, mengatakan NVX-CoV2373 adalah vaksin pertama yang menunjukkan kemanjuran klinis yang tinggi terhadap Covid-19,

    “Tetapi juga kemanjuran klinis yang signifikan terhadap varian Inggris dan Afrika Selatan yang berkembang pesat,” kata Stanley.

    NVX-CoV2373 berisi protein lonjakan prefusi lengkap yang dibuat menggunakan teknologi nanopartikel rekombinan Novavax dan bahan pembantu Matrix-M berbasis saponin milik perusahaan.

    Protein yang dimurnikan dikodekan oleh urutan genetik protein SARS-CoV-2 (S) dan diproduksi dalam sel serangga. Protein murni tersebut tidak dapat menyebabkan infeksi virus corona dan juga tidak dapat bereplikasi (memperbanyak diri), vaksin ini stabil pada suhu 2° C - 8° C dan dikirim dalam formulasi cairan siap pakai yang memungkinkan distribusi menggunakan jalur pemasokan vaksin biasa.

    Melansir dari BBC News, Jumat, 29 Januari 2021, Suntikan Novavax, yang diberikan dalam dua dosis, terbukti 89,3 persen efektif mencegah Covid-19 pada peserta dalam uji klinis Fase 3 di Inggris, dan sekitar 86 persen efektif melindungi dari varian Inggris yang baru. Kemanjuran suntikan terhadap strain Covid-19 asli dihitung menjadi 95,6 persen.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.