Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Pembuat GeNose Komentari SpiroNose, Twitter, UI

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mendemonstrasikan cara kerja alat pendeteksi Covid-19 SpiroNose di di Amsterdam, Belanda, 1 Februari 2021. Belanda dalam beberapa bulan mendatang akan menggunakan alat yang cara kerjanya mirip dengan GeNose C19 dari Indonesia. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    Seorang pria mendemonstrasikan cara kerja alat pendeteksi Covid-19 SpiroNose di di Amsterdam, Belanda, 1 Februari 2021. Belanda dalam beberapa bulan mendatang akan menggunakan alat yang cara kerjanya mirip dengan GeNose C19 dari Indonesia. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang pembuat alat deteksi Covid-19 GeNose C19 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ikut berkomentar setelah Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose, alat deteksi Covid-19 berdasar hembusan napas karena mendapati kinerja alat itu tak akurat.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gempa Laut Selatan Jawa, Vaksin Nusantara

    Berita terpopuler selanjutnya tentang Twitter akan meluncurkan fitur dan produk baru untuk menyegarkan bisnis setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi, yang bertujuan untuk menggandakan pendapatan tahunannya pada 2023.

    Selain itu, Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro pada Jumat, 26 Februari 2021, melantik Athor Subroto sebagai Direktur Sekolah Kajian Stratejik Global (SKSG) dan Tri Edhi Budhi Soesilo sebagai Direktur Sekolah Kajian Lingkungan (SIL).

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. SpiroNose Dihentikan Belanda, Apa Kata Pembuat GeNose UGM?

    Seorang pria mendemonstrasikan cara kerja alat pendeteksi Covid-19 SpiroNose di di Amsterdam, Belanda, 1 Februari 2021. Belanda dalam beberapa bulan mendatang akan menggunakan alat yang cara kerjanya mirip dengan GeNose C19 dari Indonesia. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    Pembuat alat deteksi Covid-19 GeNose C19 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ikut berkomentar setelah Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose, alat deteksi Covid-19 berdasar hembusan napas karena mendapati kinerja alat itu tak akurat.

    Peneliti yang juga tim penemu GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra memastikan, bahwa GeNose, meski sama-sama mendeteksi Covid-19 berbasis hembusan napas, namun sistem kerjanya jauh berbeda dan akan lebih akurat dibanding SpiroNose.

    Seorang wanita meniup kantong plastik saat mengambil sampel udaranya untuk tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 di sebuah stasiun kereta di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Alat buatan Indonesia ini mulai digunakan untuk screening penumpang kereta jarak jauh. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

    “Saat melihat dan membaca desain SpiroNose Belanda di laman daring resminya. Kami telah memperkirakan bahwa akan terjadi masalah akurasi. Kekurangan disain itu telah kami mitigasi sejak awal kami mendesain sistem untuk GeNose,” ujar Dian kepada Tempo, Jumat, 26 Februari 2021.

    Dian menjelaskan, perbedaan mendasar pertama yang membuat GeNose lebih unggul dibanding SpiroNose terletak pada caranya dalam menangkap materi Volatile Organic Compound (VOC) dari hembusan napas secara stabil.

    2. Twitter Akan Luncurkan Fitur Opsi Langganan Berbayar Akun Super Follow
    Logo Twitter.[REUTERS]

    Twitter akan meluncurkan fitur dan produk baru untuk menyegarkan bisnis setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi, yang bertujuan untuk menggandakan pendapatan tahunannya pada 2023.

    "Mengapa kita tidak memulai dengan mengapa orang tidak mempercayai kami," kata Kepala Eksekutif Jack Dorsey pada awal presentasi virtual dengan investor, Reuters melaporkan, dikutip Sabtu, 27 Februari 2021.

    "Itu datang dengan tiga kritik: kami lambat, kami tidak inovatif, dan kami tidak dipercaya," dia menambahkan.

    Perusahaan media sosial itu menguraikan rencananya, termasuk opsi langganan berbayar untuk beberapa akun "super follow," dalam upaya mencapai pendapatan tahunan setidaknya US$ 7,5 miliar dan 315 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi (mDAU), atau mereka yang melihat iklan, pada akhir 2023.

    3. Universitas Indonesia Lantik Dua Direktur dan Dua Wakil Dekan

    Pejabat yang baru dilantik Rektor UI Prof. Ari Kuncoro pada Jumat, 26 Februari 2021, yaitu dari kiri ke kanan Athor Subroto, Milla Sepliana, Fibria Indriati, Tri Edhi Budhi Soesilo. Kredit: ANTARA/HO-Humas UI

    Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro pada Jumat, 26 Februari 2021, melantik Athor Subroto sebagai Direktur Sekolah Kajian Stratejik Global (SKSG) dan Tri Edhi Budhi Soesilo sebagai Direktur Sekolah Kajian Lingkungan (SIL).

    Pada saat yang sama, Rektor UI juga melantik Fibria Indriati Dwi Liestiawati sebagai Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan Milla Sepliana Setyowati diangkat sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FIA UI.

    Kepada pejabat baru yang mengemban tugas selama periode 2021-2025 itu, Rektor mengingatkan tentang bergesernya paradigma pendidikan tinggi yang terjadi saat ini, yaitu konsep unbundling, yang lebih mementingkan kompetensi dibandingkan gelar akademik. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.