5 Kota di Dunia dengan Ruang Terbuka Hijau Terluas, Ada Singapura dan Shenzhen

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang diabadikan pada 6 Oktober 2020 ini menunjukkan sebuah kincir ria yang tengah dibangun di taman budaya pesisir Baoan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan. Kincir ria setinggi 128 meter tersebut saat ini sedang dalam tahap pembangunan. (Xinhua/Liu Dawei)

    Foto yang diabadikan pada 6 Oktober 2020 ini menunjukkan sebuah kincir ria yang tengah dibangun di taman budaya pesisir Baoan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan. Kincir ria setinggi 128 meter tersebut saat ini sedang dalam tahap pembangunan. (Xinhua/Liu Dawei)

    TEMPO.CO, Jakarta - The World Cities Culture Forum atau Forum Budaya Kota Dunia menyoroti seberapa banyak atau seberapa sedikit ruang terbuka hijau atau taman umum tersedia bagi penduduk dan pengunjung di 34 kota besar.

    Dengan memeringkat masing-masing kota berdasarkan persentase total lahan yang didedikasikan untuk Green open space atau Ruang Terbuka Hijau seperti taman, kebun, dan yang lainnya yang dapat diakses publik, informasi ini dilansir dari www.treehugger.com yang diperbarui pada 19 Juli 2019.

    Beberapa kota memiliki persentase ruang hijau publik yang relatif kecil dan memang bukan hal yang mengejutkan bagi banyak orang. Istanbul, misalnya, telah lama secara terbuka berjuang mengatasi kekurangan luas taman. Sebaliknya, sifat kekurangan ruang hijau di kota-kota tertentu lainnya mungkin membuka mata mereka yang berasumsi sebaliknya.

    Contoh kasusnya adalah Paris, kota yang dipenuhi taman, pada kenyataannya hanya terdiri dari 9,5 persen dari luas wilayah kota. Kelangkaan Kota Paris dari green open space penyerap polutan dan pendingin suhu kemungkinan memainkan peran penyebab kualitas udara yang buruk, gelombang panas yang mematikan dan fenomena terkait perubahan iklim lainnya di Paris

    Total 9,5 persen dari luas wilayah kota Paris tercatat rendah untuk ibu kota Eropa – jauh lebih rendah daripada ibu kota Eropa lainnya seperti Warsawa dengan luas taman sebanyak 17 persen, London dengan luas taman 33 persen, Roma mencapai 34,8 persen, Madrid 35 persen, Stockholm dengan luas green open space-nya hingga 40 persen) dan Wina, yang keluar seolah di atas tumpukan pohon yang teduh dengan mengejutkan 45,5 persen. Hanya Amsterdam dan Berlin yang mendekati titik terendah Paris dengan masing-masing 13 persen dan 14,4 persen ruang hijau

    Kota-kota Asia yang berkembang pesat juga sangat kekurangan jumlah taman. Tetapi pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Berkat perencanaan yang cermat, beberapa kota besar Asia yang minim ruang seperti Hong Kong (40 persen), Shenzhen (45 persen) dan Singapura (47 persen) memiliki banyak ruang terbuka hijau untuk disisakan.

    Hanya sejumlah kecil kota di Amerika Utara yang termasuk dalam hitungan, dan sebagian besar berada di bawah rata-rata. Kota New York memimpin dengan 27 persen ruang hijau publik diikuti oleh Austin, Texas (15 persen), Montreal (14,8), San Francisco (13,7) dan Toronto (12,7 persen).

    Selain memiliki jumlah taman umum terkecil di kota-kota anggota di Amerika Utara, Los Angeles juga menempati peringkat di antara yang terendah dari semua kota. Lima terbawah dengan 6,7 persen ruang hijau, berada di antara Bogotá (4,4 persen) dan Tokyo (7,5 persen).

    Moskow telah secara serius meningkatkan persentase tamannya. Saat ini, lebih dari setengah, 54 persen tanahnya sekarang didedikasikan untuk ruang terbuka hijau yang dilindungi, lebih banyak dari kota lainnya.

    Dimulai dengan Moskow, berikut adalah lima kota persentase ruang hijau publik tertinggi

    1. Moskow, 54 persen.

    Taman terpopuler: Taman Pusat Budaya dan HiburanGorky, Taman Tsaritsyno, Taman Vorobyovy, Taman Izmailovsky

    1. Singapura, 47 persen.

    Taman terbaik: Gardens by theBay, EastCoastPark, MountFaberPark / SouthernRidges, FortCanningPark

    1. Sydney, 46 persen

    Taman terbaik: Taman Centennial, Taman Hyde, Taman Robertson, CagarAlamBarangaroo

    1. Wina, 45,5 persen

    Taman terbaik: Stadtpark, Prater, Volksgarten, LainzerTiergarten

    1. Shenzhen, 45 persen

    Taman terpopuler: Taman Lizhi, Taman Honghu, Taman Rakyat, Taman Lianhuashan

    Cukup mengejutkan bahwa Singapura mampu menduduki posisi kedua sebagai kota dengan persentase ruang hijau publik tertinggi. Melihat fakta bahwa negara ini tidak memiliki wilayah yang luas, bukan halangan bagi negara tetangga Indonesia ini.

    Singapura mensiasati ruang terbuka hijau dengan cara mengganti tanaman hijau yang hilang di tanah akibat pembangunan dengan tanaman hijau di langit melalui teras dan taman bertingkat tinggi.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga: Mengapa Banyak Kota di Indonesia Tak Bisa Penuhi Ruang Terbuka Hijau 30 Persen


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.