Terpapar Covid-19, Dokter Kepala Puskesmas di Balikpapan Meninggal

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga, istri dan anak mendiang dr Rizqan. Untuk bisa ikut ke pemakaman juga harus mengenakan baju hazmat. Kredit: Novi Abdi/Antara

    Keluarga, istri dan anak mendiang dr Rizqan. Untuk bisa ikut ke pemakaman juga harus mengenakan baju hazmat. Kredit: Novi Abdi/Antara

    TEMPO.CO, Balikpapan - Dokter Rizqoni Imam Noor (40) yang menjabat kepala Puskesmas Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal dunia Sabtu, 6 Maret 2021, setelah terpapar Covid-19, dengan meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

    Baca:
    Tesla Pilih Nikel Kaledonia Baru untuk Bahan Baku Baterai 

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty pekan lalu saat mengumumkan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 mengatakan dokter Rizqoni menjalani perawatan di RS Kanujoso Djatiwibowo selama lebih dari sepekan akibat terpapar Covid-19.

    “Kebetulan beliau belum divaksin, sebab antara lain tensi darahnya tinggi,” kata dr Juliarty saat itu. Soal kondisi tekanan darah tinggi ini juga yang menjadi komorbid yang bersangkutan.

    Sumber lain menyebutkan bahwa saat akan dicoba terapi transfusi plasma darah konvalesen, mendiang ternyata memiliki golongan darah dengan Rhesus negatif yang langka.

    Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memimpin pelepasan jenazah di halaman parkir RSKD ke Tempat Pemakaman Umum Km 15 Karang Joang.

    Wali Kota Rizal menyampaikan belangsungkawa kepada istri, anak, dan keluarga, serta rekan-rekan sejawat almarhum.

    “Covid-19 tidak pandang bulu. Tidak hanya menimpa orang awam, tapi juga dokter dan perawat yang kita harapkan menyembuhkan dan merawat kita,” kata Rizal. “Kita semua sangat kehilangan.”

    Diketahui, dr Rizqan Imam Noor bertugas di Puskesmas Muara Rapak sejak tahun 2015 hingga sakit dan meninggalnya. Istrinya juga seorang dokter, yaitu dr Khairunnisa. Rizqan Imam Noor lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan tahun 2006.

    “Beliau orang baik. Selama menjadi dokter dan anggota IDI tidak ada cacat dan salahnya,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan dr Drajat Wicaksono pada kesempatan yang sama.

    Meninggalnya dr Rizqoni menjadikan Balikpapan kehilangan empat dokter akibat Covid-19 selama setahun wabah ini berkecamuk, di antaranya adalah dr Suyanto, dan kemudian dr Fajar yang bertugas di RS Pertamina Balikpapan.

    Wali Kota sebagai Ketua Satgas Covid-19 mengumumkan perkembangan terakhir penanganan wabah tersebut. Ia menyebutkan vaksinasi untuk para petugas pelayanan publik masih terus berlangsung. Pada Minggu sudah dimulai vaksinasi untuk para lansia. "Tingkat kesembuhan kita juga semakin baik. Hari ini ada 104 pasien sembuh," ujarnya.

    Jumlah keterisian tempat tidur di 11 rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 juga terus turun. Dari 523 yang disediakan, ada hanya 295 yang terisi. Sisanya yang 228 tempat tidur sudah ditinggal sembuh penghuninya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H