Top 3 Tekno Berita Kemarin: UGM, Vaksin Nusantara, Hacker Bobol Bombardier

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara wisuda Program Pascasarjana di Halaman Balairung UGM, Rabu, 21 Oktober 2020. Kredit: UGM

    Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara wisuda Program Pascasarjana di Halaman Balairung UGM, Rabu, 21 Oktober 2020. Kredit: UGM

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 8 Maret 2021, didominasi artikel berita dari kampus UGM, yakni pemeringkatan berdasarkan QS World University Rankings dan kekecewaannya terhadap tim Vaksin Nusantara. Yang pertama tentang bidang studi dan subbidang studi terbaiknya, yang kedua mengungkap surat mundur dari tim.

    Satu artikel lainnya datang dari perusahaan pabrikan pesawat di Kanada, Bombardier, mengenai pengakuan adanya pembobolan oleh hacker. Mereka menanggapi kelompok peretas dengan ransomware yang telah mengunggah arsip atau file berisi detail rencana dari sebuah pesawat mata-mata di dark web.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, selengkapnya

    1. QS World University Rankings, Dua Bidang Studi di UGM Ini Terbaik di Indonesia

    Sub-bidang studi geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati peringkat keempat universitas terbaik di Asia Tenggara dan peringkat 25 di Asia. Pemeringkatan ini berdasarkan Quacquarelli Symonds atau QS World University Rankings (WUR) Subject 2021 yang dirilis pada 3 Maret 2021.

    Kepala Kantor Jaminan Mutu UGM Indra Wijaya Kusuma menerangkan, pada QS WUR by Subject 2021 ini, UGM masuk peringkat 350 besar dunia dalam penilaian untuk tiga bidang studi, yaitu social sciences & management, arts & humanities, dan engineering & technology.

    Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Shutterstock

    Baca juga:
    QS World University Rankings: IPB University Kampus Pertanian Terbaik di Asean 

    Di antara ketiga bidang studi tersebut, social sciences & management adalah bidang studi yang terbaik di UGM dengan peringkat 261 di dunia, diikuti dengan engineering & technology peringkat 335, dan arts & humanities peringkat 350. Dari lima bidang studi dan 38 sub-bidang studi di UGM yang menerima penilaian, pada tahun ini business & management studies dan sociology di kampus itu menjadi sub-bidang studi terbaik di Indonesia.

    2. Tak Dapat Tebusan, Hacker Bocorkan Detail Pesawat Mata-mata Bombardier

    Kelompok peretas dengan ransomware dilaporkan telah mengunggah arsip atau file berisi detail rencana dari sebuah pesawat udara kontrol dan peringatan dini milik Swedia/Kanada di dark web. Informasi tentang pesawat mata-mata yang dikenal sebagai Globaleye itu tersebar setelah hacker menjebol keamanan siber pabrikan jet Kanada, Bombardier.

    Pengunjung berjalan di depan pesawat Bombardier Global 6000 yang ditampilkan di Singapura Airshow di Changi, 16 Februari 2016. Bombardier Global merupakan pesawat jet bisnis kabin besar, ultra-jarak jauh. REUTERS

    Hacker dilaporkan mengeksploitasi software web server Accellion FTA yang biasa digunakan perusahaan-perusahaan untuk menyimpan dan membagi arsip berkapasitas besar yang tidak dapat dikirm lewat email ke staf maupun pelanggan. "Hackers kemudian mengunggahnya--belakangan diketahui info soal Globaleye--ke situs dark web CLOP^_-LEAKS, situs yang biasa digunakan ketika perusahaan gagal dimintai uang tebusan," bunyi laporan media di Inggris, Independent, 25 Februari 2021.

    Globaleye mengkombinasikan pesawat jet bisnis berdaya jangkau terbang jauh Bombardier 6000 dengan sensor radar udara Erieye milik Saab, perusahaan pertahanan dari Swedia. Sensor dtempatkan di bagian atas badan pesawat dalam posisi yang digambarkan Saab sebagai sebuah, 'kotak-ski'. Globaleye menjadi mirip dengan E-3 Sentry milik militer Angkatan Udara Amerika Serikat dan E-2D Advanced Hawkeye milik AL AS.

    3. Kecewa, Fakultas Kedokteran UGM Mundur dari Tim Vaksin Nusantara

    Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengajukan pengunduran diri dari tim penelitian uji klinis vaksin sel dendritik SARS-CoV-2 atau Vaksin Nusantara. Dalam surat yang ditujukan ke Kementerian Kesehatan itu disebutkan alasan bahwa para peneliti tidak dilibatkan dalam proses uji klinis, termasuk dalam penyusunan protokol. 

    Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Universitas Diponegoro, dan Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi, menggagas vaksin Nusantara, vaksin ini dinilai dapat memicu antibodi seumur hidup.. TEMPO/Subekti.

    “Belum ada keterlibatan sama sekali. Kami baru tahu saat muncul di media massa bahwa itu dikembangkan di Semarang kemudian disebutkan dalam pengembangannya melibatkan tim dari UGM,” kata Wakil Dekan FK-KMK UGM Bidang Penelitian dan Pengembangan, Yodi Mahendradhata, dalam keterangan pers Senin 8 Maret 2021.

    Baca juga:
    Ini Beda Vaksin Nusantara dari Vaksin Covid-19 Sinovac dan Lainnya

    Yodi menyebut bahwa sejumlah peneliti UGM sebelumnya sempat menerima komunikasi informal terkait rencana pengembangan vaksin di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan era Menteri Terawan Putranto. Saat itu pula mereka menyatakan bersedia mendukung penelitian yang akan dilakukan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.