Sultan HB X dan Guru Besar Lansia di Yogya Ikuti Vaksinasi Covid-19 Hari Ini

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengecek Pasar Beringharjo dan Museum Benteng Vredeburg pada Minggu, 21 Februari 2021 untuk vaksinasi massal tahap kedua yang direncanakan 1 Maret 2021 nanti. (Dok. Humas DIY)

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengecek Pasar Beringharjo dan Museum Benteng Vredeburg pada Minggu, 21 Februari 2021 untuk vaksinasi massal tahap kedua yang direncanakan 1 Maret 2021 nanti. (Dok. Humas DIY)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X akan mengikuti vaksinasi Covid-19 kategori lanjut usia (lansia) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito pada Sabtu, 13 Maret 2021.

    Baca:
    Klaster Covid-19 dari Klub Senam di Tasikmalaya, 47 Orang Tertular

    Vaksinasi untuk Sultan HB X ini juga akan dikuti permaisurinya, Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan puluhan guru besar lansia dari berbagai kampus di Yogyakarta.

    "Total ada 45 orang yang akan mengikuti vaksinasi lansia di RSUP Sardjito pada Sabtu, termasuk para guru besar sejumlah kampus," ujar Juru bicara RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan Jumat.

    Banu mengatakan para guru besar itu di antaranya berasal dari sejumlah kampus di Yogya, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta hingga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta.

    "Vaksinasi akan dilakukan di ruang rawat jalan lantai 4 mulai pukul 10.00 WIB," ujar Banu.

    Sultan HB X sebelumnya tak bisa mengikuti vaksinasi tahap pertama lantaran usianya sudah 74 tahun atau masuk kategori lansia.

    Setelah pemerintah mengumumkan vaksinasi Sinovac aman untuk lansia, Sultan HB X pun telah menyatakan siap divaksin. "Ya saya akan ikut (vaksinasi) kalau tahap kedua ini peruntukannya untuk lansia," ujar Sultan.

    Sultan sebelumnya menjelaskan, vaksinasi untuk lansia memang menjadi prioritas karena rata-rata semakin berumur akan semakin beresiko memiliki penyakit bawaan.

    Untuk itu, risiko bergejala berat bagi lansia jauh lebih tinggi, karena dipengaruhi juga oleh faktor menurunnya imunitas. Namun memang proses vaksinasi untuk lansia memiliki persyaratan administratif kesehatan yang lebih kompleks.

    “Kalau kira-kira persyaratan bagi lansia tidak terpenuhi ya belum tentu bisa divaksin, karena dengan kondisi seperti itu (tidak memenuhi syarat) mungkin justru akan membahayakan dirinya,” kata Sultan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H