BKSDA Melepasliarkan 34 Belangkas, Walhi: Termasuk Hewan Dilindungi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hewan Belangkas. Kredit: Antara

    Ilustrasi Hewan Belangkas. Kredit: Antara

    TEMPO.CO, Medan - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara mengapresiasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah II Sumut di Stabat yang melepasliarkan 34 ekor hewan belangkas di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut.

    Baca:
    BKSDA: Memperdagangkan Satwa Dilindungi Bisa Terjerat Hukum 

    Direktur Eksekutif Walhi Sumut Doni Latuperisa di Medan, Selasa, 16 Maret 2021, mengatakan belangkas ini termasuk hewan dilindungi yang diatur dalam Peraturan LHK P.20/MENLHK/SETJEN/KUM/1/6/2018).

    Ia menyebutkan upaya yang dilakukan pemerintah dalam melindungi dan menindak tegas oknum yang melakukan pelanggaran atau sengaja memiliki dan memperdagangkan hewan dilindungi perlu didukung.

    Belangkas ini termasuk ke dalam hewan yang terancam punah karena banyak yang ditangkap masyarakat dan diperjualbelikan.

    "Jangan sampai anak cucu kita nanti mengetahui belangkas hanya dari buku-buku saja dikarenakan mengalami kepunahan," ujar Doni.

    Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Wilayah II Sumut, di Stabat melepasliarkan kembali 34 ekor belangkas dari 42 belangkas hasil sitaan Polres Langkat. Belangkas tersebut dilepasliarkan di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut, Sabtu, 13 Maret 2021.

    "Semoga saja, belangkas yang dilepasliarkan itu bisa hidup dan bisa lestari di lokasi tersebut," kata Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sumut, Herbert Aritonang, Minggu.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.