BNPB: 873 Bencana Alam Terjadi Hingga 21 Maret

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR gabungan mengevakuasi warga korban terdampak banjir menggunakan perahu karet di Perumahan Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 11 Maret 2021. Ratusan warga terdampak banjir di Makassar mengungsi ke tempat aman karena rumah mereka terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu hingga dua meter. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    Tim SAR gabungan mengevakuasi warga korban terdampak banjir menggunakan perahu karet di Perumahan Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 11 Maret 2021. Ratusan warga terdampak banjir di Makassar mengungsi ke tempat aman karena rumah mereka terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu hingga dua meter. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 873 bencana alam terjadi di Tanah Air dalam periode 1 Januari hingga 21 Maret 2021.

    Baca:
    BNPB: Total 763 Bencana Alam di Indonesia Sepanjang Triwulan Pertama 2021

    Berdasarkan keterangan tertulis dari BNPB, Minggu, 21 Maret 2021, kejadian bencana alam yang mendominasi, yakni banjir diikuti dengan puting beliung dan tanah longsor.

    Secara rinci pada periode itu, ada sebanyak 16 kejadian gempa bumi, 80 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 369 kejadian banjir, 175 kejadian tanah longsor, 220 peristiwa puting beliung dan 12 kejadian gelombang pasang dan abrasi.

    ADVERTISEMENT

    Berbagai bencana alam ini menyebabkan sebanyak 4.138.853 orang terdampak dan mengungsi, sedangkan sebanyak 277 jiwa meninggal dunia dan 12 hilang, serta 12.421 jiwa luka-luka.

    Sementara itu, bencana alam mengakibatkan 54.430 unit rumah rusak yang terdiri atas 4.984 unit rumah rusak berat, 5.907 unit rumah rusak sedang, dan 43.539 rumah rusak ringan.

    Selain itu, sebanyak 1.709 fasilitas umum rusak yang meliputi 860 fasilitas pendidikan, 663 fasilitas peribadatan, dan 186 fasilitas kesehatan. Kemudian, sebanyak 290 fasilitas kantor dan 106 jembatan mengalami kerusakan.

    Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa pelaksanaan literasi kebencanaan harus dilakukan sejak dini guna meningkatkan kesiapsiagaan.

    "Literasi kebencanaan harus dilakukan sejak sekolah dasar, sebab semakin dini akan semakin baik dalam penanganan kebencanaan," kata dia.

    Ia mengatakan dengan adanya literasi sejak dini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana.

    "Sosialisasi setiap saat akan terus dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat, sebab bencana alam dapat kapan saja terjadi," katanya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.