Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Pilah-pilih Sekolah Kedinasan, Covid-19 pada Anak

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia dalam acara Ngubek Danau STPI, Banten, 3 Maret 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia dalam acara Ngubek Danau STPI, Banten, 3 Maret 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini diawali dari artikel berisi tips persiapan sebelum membidik sekolah kedinasan sebagai opsi dari perguruan tinggi negeri. Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah merilis jadwal seleksi sekolah kedinasan tahun 2021 yang dimulai pada April.

    Artikel kedua mengungkap fakta pahit bahwa kematian Covid-19 pada anak di Indonesia sangat tinggi. Data dari para dokter, sejumlah penyakit penyerta atau komorbid pada kasus kematian pada anak adalah, yang terbanyak, gangguan gizi dan diare.

    Artikel ketiga datang dari Terusan Suez di mana sebuah kapal kargo raksasa bisa terpelintir karena gust wind hingga memalang kanal tersebut. Peristiwa kapal terdorong angin kencang hingga pindah haluan bukan sekali ini terjadi, tapi untuk ukuran kapal seperti yang sekarang baru pertama kali terjadi. 

    Berikut Top 3 Tekno Berita Hari Ini selengkapnya,

    1. Pendaftaran Dibuka April, Lakukan 6 Hal Ini Sebelum Memilih Sekolah Kedinasan

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah merilis jadwal seleksi sekolah kedinasan tahun 2021. Pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan ini dimulai pada April.

    Kepastian tentang jadwal seleksi sekolah kedinasan tahun 2021 itu disampaikan oleh Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, dalam rapat virtual dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), 4 Maret lalu. Dinyatakan bahwa pendaftaran pertama dibuka bagi sekolah kedinasan di bawah 8 instansi kementerian dan lembaga terlebih dahulu.

    Kedelapan instansi tersebut adalah Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    2. Kematian Covid-19 pada Anak, Waspadai Komorbid Diare sampai DBD

    Angka kematian Covid-19 pada anak di Indonesia tercatat yang tertinggi di Asia Tenggara. Angkanya yang sebesar 1,7 persen bahkan melampaui Cina--negara pertama alami endemi Covid-19--dan Amerika Serikat yang kini menyumbang jumlah kasus dan angka kematiannya yang terbesar.

    Di antara tingginya kasus kematian pada anak tersebut, para dokter mengamati gangguan gizi dan diare menjadi penyakit penyerta atau komorbid terbanyak. Selain itu pneumonia dan demam berdarah.

    Baca juga:
    Studi: OTG pada Anak Lebih Berbahaya Tularkan Covid-19

    "Di Indonesia, komorbid pada anak ada kekhasan dibanding negara lain," kata Ketua Umum PB IDI, Daeng M. Faqih, dalam keterangan yang dibagikannya daring bertema "Peduli Gizi Anak Selama Pandemi", Kamis 25 Maret 2021.

    3. Kapal Kargo Raksasa Terpelintir di Terusan Suez Karena Angin, Kok Bisa?

    Terusan Suez, salah satu kanal tersibuk di dunia, mulai pulih setelah sempat lumpuh karena insiden kapal raksasa pengangkut peti kemas terpelintir. Kapal itu tersangkut dan memalang di ujung selatan kanal penghubung antara Laut Tengah dan Laut Merah tersebut.

    Foto satelit udara saat kapal kontainer Ever Given yang sepanjang 400 meter dan berbobot 224.000 ton memalang di Terusan Suez, 24 Maret 2021. [Citra Satelit Copernicus Sentinel-2 Badan Antariksa Eropa / melalui Maxar Technologies / Handout melalui REUTERS]

    Insiden melibatkan kapal kargo besar Ever Given yang sedang berlayar dari Cina menuju Belanda pada Senin, 23 Maret 2021. Kapal itu terpelintir tepat di bagian kanal yang hanya terdiri dari satu jalur pelayaran. Seperti diketahui, sejak 2015 lalu kanal sepanjang 35 kilometer di Terusan Suez telah dibuat paralel atau dua arah. Tapi pemisahan jalur tak sampai ke bagian ujung kanal.

    Menurut Evergreen Marine Corp., pemiliknya, kapal raksasa itu terpelintir karena angin kencang yang muncul tiba-tiba (gust wind). Meski hanya sesaat, angin yang terdata oleh badan meteorologi setempat berkekuatan sampai 50 kilometer per jam itu mampu memberi dampak kepada kapal sebesar dan seberat Ever Given. Dugaannya, karena ukuran panjang dan tinggi kapal itu menyediakan bidang permukaan yang besar untuk diterjang angin.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.