Pfizer Mulai Uji Klinis Vaksin Covid-19 pada Bayi dan Anak-anak

Petugas medis mempersiapkan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech yang akan disuntikan pada warga. Otorotas Norwegia mengatakan 23 orang yang telah meninggal, 13 kematian kemungkinan bisa disebabkan, secara langsung, oleh efek samping vaksin Covid-19. REUTERS/Ciro De Luca

TEMPO.CO, Jakarta - Pfizer mengatakan telah memulai uji klinis vaksin Covid-19 pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 11 tahun yang sehat. Langkah ini penting untuk mendapatkan izin peraturan federal untuk memulai vaksinasi anak-anak, serta mengendalikan pandemi. 

Baca:
Tes PCR Pastikan 14 Siswa Tertular Covid-19, Sekolah Ini Langsung Diliburkan

Partisipan pertama dalam penelitian ini telah mendapatkan suntikan mereka, yang dikembangkan dalam kemitraan dengan pembuat obat Jerman BioNTech. Pfizer yang berbasis di New York, Amerika Serikat itu mengumumkan hal itu pada Kamis, 25 Maret 2021, dan bermaksud mendaftarkan 144 anak di fase pertama.

Pfizer mengaku punya pengalaman mendalam dalam melakukan uji klinis vaksin pada anak-anak dan bayi. “Kami berkomitmen meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak melalui uji klinis yang dirancang dengan cermat," kata perusahaan itu, seperti dikutip CNBC, Kamis. 

Untuk tahap pertama uji coba, perusahaan akan mengidentifikasi tingkat dosis yang disukai untuk tiga kelompok usia—antara 6 bulan dan 2 tahun, 2 dan 5 tahun, dan dari 5 hingga 11 tahun. Anak-anak akan mulai dengan menerima dosis 10 mikrogram vaksin sebelum pindah ke dosis yang lebih tinggi.

Peserta juga memiliki pilihan untuk mengambil 3 dosis mikrogram. Vaksin Covid-19 untuk orang dewasa membutuhkan dua suntikan yang mengandung 30 mikrogram per dosis. 

Para peneliti kemudian akan mengevaluasi keamanan dan keefektifan tingkat dosis yang dipilih pada fase percobaan berikutnya. Peserta dipilih secara acak untuk menerima vaksin atau plasebo, kata perusahaan itu.

“Setelah enam bulan tindak lanjut, anak-anak yang menerima plasebo akan memiliki kesempatan untuk menerima vaksin,” katanya. 

Vaksin Pfizer telah diizinkan untuk digunakan di Amerika bagi orang yang berusia 16 tahun ke atas. Studi uji klinis yang menguji vaksin pada anak-anak, yang sistem kekebalannya dapat merespons secara berbeda dari orang dewasa, masih perlu diselesaikan. 

Memvaksinasi anak-anak sangat penting untuk mengakhiri pandemi, kata pejabat kesehatan masyarakat dan ahli penyakit menular negara itu. Amerika tidak mungkin mencapai kekebalan kelompok—ketika cukup banyak orang dalam komunitas tertentu memiliki antibodi terhadap Covid-19—sampai anak-anak dapat divaksinasi.

Sementara, menurut data pemerintah Paman Sam itu, anak-anak membentuk sekitar 20 persen dari populasi Amerika.

Pada akhir Januari, Pfizer mengatakan telah sepenuhnya mendaftarkan uji coba vaksin Covid-19 pada anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun. Perusahaan mengatakan, pihaknya didorong oleh data dalam kelompok itu dan berharap untuk membagikan rincian tambahan tentang uji coba tersebut segera.

Selain Pfizer, Moderna juga memiliki vaksin resmi di Amerika. Pada 16 Maret, perusahaan mengatakan telah mulai menguji suntikannya pada anak-anak di bawah usia 12 tahun. Sebelumnya, Moderna pada Desember memulai penelitian yang menguji anak-anak berusia 12-17 tahun. 

Sedangkan Johnson & Johnson berencana menguji vaksin suntikan tunggal pada bayi, termasuk bayi baru lahir, setelah mengujinya terlebih dahulu pada anak-anak yang lebih besar, menurut New York Times.

CNBC | NEW YORK TIMES






Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

4 jam lalu

Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

Calon penumpang di Stasiun Sukabumi itu marah karena ditolak naik KA Pangrango karena belum vaksin. Merusak kaca loket dan melukai seorang petugas.


Yang Tak Boleh Dilakukan Ibu dengan HIV pada Bayinya

10 jam lalu

Yang Tak Boleh Dilakukan Ibu dengan HIV pada Bayinya

Dokter menyarankan tak mencampur susu formula dan ASI dari ibu pasien HIV karena akan meningkatkan risiko transmisi vertikal atau penularan dari ibu.


Akan Diujicoba, Calon Vaksin Ebola Tiba di Uganda

11 jam lalu

Akan Diujicoba, Calon Vaksin Ebola Tiba di Uganda

Wabah ebola telah menginfeksi 142 orang di Uganda, dan menyebabkan sedikitnya 56 orang meninggal.


Capaian Vaksinasi Booster Kedua Rendah, DKI Bicara Soal Reward dan Punishment

13 jam lalu

Capaian Vaksinasi Booster Kedua Rendah, DKI Bicara Soal Reward dan Punishment

Capaian vaksinasi booster kedua tergolong rendah. Dinas Kesehatan Jakarta merasa sulit menyadarkan warga. Harus diiming-imingi reward dan punishment.


Top Metro Malam: Anies Baswedan Barter Lahan dan Realisasi Pendapatan Jakarta Rendah

22 jam lalu

Top Metro Malam: Anies Baswedan Barter Lahan dan Realisasi Pendapatan Jakarta Rendah

Berita mengenai Anies Baswedan, rendahnya realisasi pendapatan Jakarta, hingga vaksinasi booster malam hari paling banyak dicari di kanal Metro Tempo.


DKI Buka Sentra Vaksin Covid-19 Malam Hari untuk Genjot Vaksinasi Booster Kedua

23 jam lalu

DKI Buka Sentra Vaksin Covid-19 Malam Hari untuk Genjot Vaksinasi Booster Kedua

Dinas Kesehatan Jakarta membuka sentra vaksin Covid-19 pada sore dan malam hari. Tujuannya untuk menggenjot vaksinasi booster kedua.


RS Polri Rawat Bayi yang Dibuang Ibunya di Tong Sampah Terminal Pulogebang

2 hari lalu

RS Polri Rawat Bayi yang Dibuang Ibunya di Tong Sampah Terminal Pulogebang

Polisi telah menangkap ibu yang membuang bayi saat mencoba melarikan diri ke Semarang


Unair Wujudkan Kemandirian Bangsa dengan Vaksin INAVAC

2 hari lalu

Unair Wujudkan Kemandirian Bangsa dengan Vaksin INAVAC

Vaksin INAVAC mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) oleh BPOM.


Tips 12 Cara Orang Tua Mengelola Stres pada Anak

2 hari lalu

Tips 12 Cara Orang Tua Mengelola Stres pada Anak

Stres bisa disebabkan oleh perubahan positif, seperti memulai aktivitas baru. Namun paling sering dikaitkan dengan perubahan negatif seperti penyakit.


Kenali 6 Tanda-tanda Stres pada Anak-anak

2 hari lalu

Kenali 6 Tanda-tanda Stres pada Anak-anak

Ternyata anak-anak yang hidupnya tampak menyenangkan pun terkadang dapat merasakan stres.