Top 3 Tekno Berita Hari Ini: F-35B Marinir AS Rusak Parah, Chip Langka, SBMPTN

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur RAF F-35B Lightning melintas diatas selat Inggris saat mengikuti latihan bersama Point Blank di RAF Mildenhall, Inggris, 27 November 2018.   REUTERS/Eddie Keogh

    Pesawat tempur RAF F-35B Lightning melintas diatas selat Inggris saat mengikuti latihan bersama Point Blank di RAF Mildenhall, Inggris, 27 November 2018. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang sebuah sistem amunisi yang meledak setelah dikeluarkan dari Joint Strike Fighter F-35B Korps Marinir di Pangkalan Udara Korps Marinir Yuma, Arizona, awal bulan ini menyebabkan kerusakan pada badan pesawat tempur siluman itu, menurut Marinir AS.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Kota Manusia di Mars, Vaksin Sinovac, Unpad

    Berita terpopuler selanjutnya tentang dampak ekonomi dari kekurangan chip semikonduktor global dalam beberapa bulan sejak tahun 2020 mulai dirasakan industri smartphone. Para produsen ponsel terus bergulat dengan tantangan kenaikan biaya produksi.

    Selain itu, Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau UTBK-SBMPTN tidak diperuntukkan bagi para siswa yang telah dinyatakan lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Amunisi Meledak, Jet Tempur F-35B Marinir AS Rusak Parah

    Pesawat tempur RAF F-35B Lightning melintas diatas selat Inggris saat mengikuti latihan bersama Point Blank di RAF Mildenhall, Inggris, 27 November 2018. REUTERS/Eddie Keogh

    Sebuah sistem amunisi yang meledak setelah dikeluarkan dari Joint Strike Fighter F-35B Korps Marinir di Pangkalan Udara Korps Marinir Yuma, Arizona, awal bulan ini menyebabkan kerusakan pada badan pesawat tempur siluman itu, menurut Marinir AS.

    F-35B, yang mampu melakukan lepas landas pendek dan pendaratan vertikal, sedang melakukan misi dukungan udara dekat malam hari pada 12 Maret di Yuma Range Complex ketika PGU-32/U Semi-Armor Piercing High Explosive Incendiary-Tracer (SAPHEI-T) 25mm meledak setelah meninggalkan meriam pesawat tempur, juru bicara Korps Marinir Kapten Andrew Wood mengonfirmasi kepada Military.com pada hari Selasa, 23 Maret 2021.

    Jet tempur itu diikutkan ke VMX-1, skuadron uji dan evaluasi berbasis di Yuma, kata Wood. Pesawat itu mendarat dengan selamat, menurut laporan Naval Safety Center, yang mencatat insiden itu. "Kecelakaan itu tidak mengakibatkan cedera pada personel, dan penyelidikan atas insiden itu sedang dilakukan," kata Wood dalam email.

    Kecelakaan itu diberi label Kelas A, klasifikasi paling parah, yang menunjukkan kerusakan setidaknya bernilai US$ 2,5 juta (Rp 36 miliar) atau hilangnya sebuah pesawat terbang.

    2. Presiden Xiaomi: Kekurangan Chip Bisa Bikin Harga Ponsel Naik

    Presiden Xiaomi Wang Xiang. Kredit: Gizmochina

    Dampak ekonomi dari kekurangan chip semikonduktor global dalam beberapa bulan sejak tahun 2020 mulai dirasakan industri smartphone. Para produsen ponsel terus bergulat dengan tantangan kenaikan biaya produksi.

    Hal itu mulai dirasakan Presiden Xiaomi Wang Xiang. Dia menjelaskan, perusahaannya sudah mengalami kenaikan biaya produksi karena kekurangan chip untuk smartphone.

    “Kemungkinan besar kenaikan biaya produksi akan menyebabkan harga smartphone yang akan datang lebih tinggi,” ujar dia, seperti dikutip Gizmochina, Kamis, 25 Maret 2021.

    Awalnya, kelangkaan chip mempengaruhi industri otomotif. Bahkan hal itu menyebabkan penutupan beberapa pabrik produksi khusus chip di Amerika Serikat dan tempat lain.

    3. UTBK-SBMPTN Terlarang untuk Siswa Lolos SNMPTN, Simak Ketentuan Lainnya

    Sejumlah peserta mengikuti pelaksanaan UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Ahad, 5 Juli 2020. Sebanyak 5.239 orang peserta mengikuti UTBK SBMPTN 2020 di Universitas Udayana yang dilaksanakan dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA/Fikri Yusuf

    Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau UTBK-SBMPTN tidak diperuntukkan bagi para siswa yang telah dinyatakan lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

    Kalaupun siswa lolos SNMPTN memutuskan melepas hasil penerimaannya, itu tidak membuatnya 'eligible' di jalur kedua penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri.

    Bahkan, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menetapkan siswa lolos SNMPTN namun tak mengambil program studi pilihannya itu tak berhak ikut UTBK-SBMPTN tiga tahun ke depan. "Jika pilihan jurusan tidak diambil atau urung mendaftar, peserta lolos SNMPTN harus menanggung konsekuensi," kata Arief Hariyanto, Direktur Pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan aturan itu, Rabu 24 Maret 2021. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.