Uji Coba Ternak Udang Vaname di Halaman Rumah, Bakal Geser Ikan Lele?

Reporter

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Muhammad Gunawan Saleh menunjukkan kolam yang digunakan sebagai uji coba inovasi budidaya udang vaname skala rumah tangga di rumah dinasnya di Jalan Ketintang di Surabaya, Senin 29 Maret 2021. (ANTARA/Fiqih Arfani)

TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembangkan inovasi budidaya udang vaname skala rumah tangga yang tidak memerlukan lahan luas. Inovasi itu tengah diuji coba dengan potensi menggantikan popularitas budidaya jenis ikan lele dalam tong atau ember yang tengah marak di permukiman di kota-kota.

"Dibandingkan ikan lele, budidaya udang vaname jauh lebih menjanjikan. Apalagi sekarang bisa dilakukan di area pekarangan rumah," ucap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Gunawan Saleh, di Surabaya, Senin 29 Maret 2021.

Uji coba dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur dengan memanfaatkan kolam yang berada di kompleks rumah dinas di Jalan Ketintang, Surabaya. Kolam yang digunakan seluas 6 x 11,5 meter persegi dengan kedalaman 1,2 meter. Dari kolam tersebut dapat dilakukan pembenihan sebanyak 50 ekor per meter persegi atau sekitar 3.500 ekor.

Menurut Gunawan, tak harus persegi, kolam terpal model bulat berdiameter dua meter juga bisa digunakan untuk pembesaran udang vaname. Ini yang menurutnya membuat budidaya udang cocok untuk diterapkan di pekarangan rumah di tengah kota.

"Sementara di sini, kami menggunakan kolam yang sudah ada. Ada empat kolam dengan ukuran sama sehingga total pembenihan sekitar 14 ribu ekor udang vaname," katanya.

Dengan perawatan baik, hasil panen dari budidaya udang di kolam-kolam tersebut diperhitungkan bisa mencapai 327 kilogram dengan isi 35 ekor per kilogam. Dengan harga udang vaname kini berada di kisaran Rp 65-70 ribu per kilogram, Gunawan membayangkan, "Tentu keuntungan bagi keluarga akan lebih besar."

Dibandingkan modal sebesar Rp 10 juta di kolam-kolam uji itu, nilai penjualan yang diprediksi memang bisa lebih dari dua kali lipat. Namun, Gunawan mengatakan, hasil panen nanti tidak akan dijual, tetapi dibagikan untuk masyarakat dan konsumsi sendiri.

Udang vaname. kkp.go.id

"Jadi kalau untuk komersial memang sangat menguntungkan bagi masyarakat yang mau budidaya udang vaname skala kecil," kata pria asal Sumenep tersebut.

Keuntungan lainnya adalah tidak membutuhkan izin amdal dan syarat lain yang diwajibkan bagi budidaya dengan luasan lebih dari 100 hektare skala intensif dan 50 hektare dengan teknologi super intensif. Syarat ini tertuang kedalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 38 Tahun 2019.

Baca juga:
LIPI Beberkan 7 Jenis Lobster di Indonesia, Termahal Rp 1,5 Juta per Kilogram

"Kalau budidaya udang vaname dengan hasil panen sekitar tiga ton maka butuh luas lahan sekitar 3.000 meter persegi. Karena ini uji coba budidaya maka cukup dengan membuat kolam kecil sehingga memudahkan masyarakat," kata Gunawan lagi.






Liburan Berfaedah, Ini Deretan Museum Gratis di Surabaya

6 jam lalu

Liburan Berfaedah, Ini Deretan Museum Gratis di Surabaya

Liburan bermanfaat dan ramah di kantong di Surabaya bisa kunjungi sejumlah museum berikut ini.


Kunjungi Kembang Jepun Surabaya, Nikmati Keunikan Kya-Kya Wisata Pecinan

7 hari lalu

Kunjungi Kembang Jepun Surabaya, Nikmati Keunikan Kya-Kya Wisata Pecinan

Dengan sejarah dan beragam wisata kuliner Tionghoa, Situs Pecinan Kya-Kya di Surabaya menjadi tempat unik yang layak dikunjungi.


Wisata Imlek: Keunikan dan Sejarah Panjang Pecinan Kya Kya Surabaya

7 hari lalu

Wisata Imlek: Keunikan dan Sejarah Panjang Pecinan Kya Kya Surabaya

Destinasi wisata Kya-Kya yang terletak di Pecinan, Jalan Kembang Jepun Surabaya memiliki sejarah panjang hingga kini. Simak kisahnya.


Langkah Surabaya Gaet Wisatawan di Momentum Imlek dan Piala Dunia U-20

8 hari lalu

Langkah Surabaya Gaet Wisatawan di Momentum Imlek dan Piala Dunia U-20

Pengembangan wisata di Surabayan itu untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara.


Anggota DPRD Surabaya Usul Stiker Keluarga Miskin Diganti Tanda Cinta

10 hari lalu

Anggota DPRD Surabaya Usul Stiker Keluarga Miskin Diganti Tanda Cinta

Banyak warga miskin yang menolak rumahnya dipasang stiker keluarga miskin, akibatnya pada periode selanjutnya mereka dihapus sebagai keluarga miskin


Pemkot Surabaya Kaji Usulan Dua Nama Jalan Diganti dengan Tokoh NU

12 hari lalu

Pemkot Surabaya Kaji Usulan Dua Nama Jalan Diganti dengan Tokoh NU

Pemkot Surabaya mengkaji usulan penggantian dua nama jalan di Kota Pahlawan, Jatim, dengan tokoh Nahdlatul Ulama


Gandeng FAO, Pemkab Sukabumi dan KKP Kelola Sumber Daya Perikanan Sidat

13 hari lalu

Gandeng FAO, Pemkab Sukabumi dan KKP Kelola Sumber Daya Perikanan Sidat

Pemkab Sukabumi dan FAO bekerja sama meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya perikanan.


DPRD Sarankan Bus Listrik di Surabaya Ganti Pengelola, Apa Alasannya?

17 hari lalu

DPRD Sarankan Bus Listrik di Surabaya Ganti Pengelola, Apa Alasannya?

Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, menyarankan untuk mengganti pengelola bus listrik Trans Semanggi. Apa alasannya?


Bus Listrik Trans Semanggi di Surabaya Berhenti Beroperasi, Kenapa?

18 hari lalu

Bus Listrik Trans Semanggi di Surabaya Berhenti Beroperasi, Kenapa?

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Jawa Timur, telah melaporkan bus listrik Tran Semanggi telah berhenti beroperasi pada awal tahun ini.


35 Tahun Kepergian Gombloh, Penyanyi Lagu Kebyar-kebyar dan Kugadaikan Cintaku

19 hari lalu

35 Tahun Kepergian Gombloh, Penyanyi Lagu Kebyar-kebyar dan Kugadaikan Cintaku

Gombloh, penyanyi legendaris meninggal 35 tahun lalu di Surabaya di usianya ke-37. Lagu karyanya Kebyar-kebyar dan Kugadaikan Cintaku sangat populer.