Ponsel Lipat Xiaomi Mi Mix Fold Resmi Dirilis, Harga Termahal Rp 28,7 Juta

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xiaomi Mi Mix Fold. Kredit: GSM Arena

    Xiaomi Mi Mix Fold. Kredit: GSM Arena

    TEMPO.CO, Jakarta - Smartphone lipat Xiaomi pertama Mi Mix Fold resmi diluncurkan dalam acara Mega Launch, Selasa, 30 Maret 2021. Ponsel pintar itu didesain sedemikian rupa sehingga membuat layarnya bisa dilipat dan hadir dengan fitur-fitur inovatif.

    Baca:
    Redmi Note 10 dan Note 10 Pro Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,399 Juta

    Dikutip GSM Arena, Selasa, layar internalnya menggunakan OLED berukuran 8.01 inci dengan aspek rasio 4:3, seperti ukuran tablet. Xiaomi mengklaim ukuran layarnya terbesar yang dipasang pada ponsel lipat.

    Xiaomi mengembangkan engsel berbentuk U yang 27 persen lebih ringan dari engsel yang digunakan perangkat lipat lainnya. Ponsel lipat ini telah melewati 200.000 kali buka tutup selama pengujian keandalan, dan didorong lebih jauh menjadi sejuta kali buka tutup. 

    Panel OLED-nya mendukung HDR10+ dan Dolby Vision, serta menawarkan akurasi warna yang luar biasa (ruang warna DCI-P3). Layar memiliki tingkat kecerahan 600 nits dengan puncak 900 nits. 

    Sementara, layar eksternal Xiaomi Mi Mix Fold berukuran 6,52 inci. Ini menggunakan panel AMOLED dengan resolusi 840x2.520 piksel. Aspek rasionya 27:9 yang agak lebar.

    Berbeda dengan tampilan interior, yang satu ini memiliki refresh rate yang tinggi, 90 Hz, ditambah tingkat touch sample rate 180 Hz. Selain itu, layar ini sedikit lebih cerah, serta mendukung HDR10+ dan Dolby Vision, ditambah kalibrasi warna yang baik juga.

    Sampai di sini, spesifikasi tersebut cukup baik untuk produk generasi pertama. Ini juga merupakan hasil dari investasi 140 juta Yuan dalam R&D yang dikembangkan selama dua tahun.

    Ponsel merek asal Cina ini dibekali dengan chip grafis yang dikembangkan sendiri, Surge C1. Chip menjalankan algoritma 3A, seperti Fokus Otomatis, Pencahayaan Otomatis, dan Keseimbangan Putih Otomatis, serta hemat daya. 

    Yang lebih mengesankan adalah teknologi Liquid Lens pertama di dunia dalam kamera telefoto. Itu terbuat dari film fleksibel yang diisi dengan cairan transparan yang bisa berubah bentuk, seperti lensa di mata manusia, berkat motor yang presisi.

    Dan jangan khawatir tentang cairannya ternyata berfungsi pada suhu ekstrem mulai dari -40ºC hingga 60ºC (-40ºF hingga 140ºF). Lensa ini menawarkan zoom optik 3x (panjang fokus setara 80 mm) dan memiliki sensor 8 MP di belakangnya, tapi tidak ada kabar tentang stabilisasi optik.

    Keunggulan Liquid Lens dibandingkan desain tradisional adalah kemampuan untuk fokus hanya pada 3 cm untuk bidikan makro. Serta fokus pada objek yang jauh untuk bidikan zoom. 

    Lensa utamanya 108 MP, ISOCELL HM2 1/1,52, yang berada di belakang lensa 7P. Sensornya mendukung 9-in-1 binning untuk 2,1 µm piksel, tapi kamera ini tidak memiliki OIS. Ada juga ultra-wide angle dengan bidang pandang 123º dan sensor 13 MP dengan piksel 1,12 µm (lensa f/2.4). 

    Ponsel ini dibekali baterai 5.020 mAh yang terbagi menjadi dua sel 2.460 mAh dan  mendukung pengisian kabel 67W, yang menyelesaikan pengisian penuh dalam 37 menit (meskipun bukan nirkabel). 

    Xiaomi Mi Mix Fold ditenagai chipset Snapdragon 888, yang dipasangkan dengan RAM LPDDR5 3.200 MHz dan penyimpanan UFS 3.1. Konfigurasi dasarnya adalah 12 GB/256 GB, lalu ada opsi 12 GB/512 GB dan model spesifikasi teratas dengan memori 16 GB/512 GB. 

    Versi standar ponsel ini memiliki bagian belakang yang dilapisi Gorilla Glass dengan tekstur keramik. Ada juga Edisi Khusus Keramik, yang memiliki bagian belakang keramik hitam (dengan ukiran laser), plus bingkai tengah emas dan tombol volume. 

    Kedua versi Xiaomi Mi Mix Fold sudah bisa dipesan di Cina. Unit pertama akan tersedia mulai 16 April. Soal harga, varian 12 GB/256 GB harganya mulai dari 10.000 Yuan (Rp 22,1 juta), varian 12 GB/512 GB seharga 11.000 Yuan (Rp 24,3 juta), dan terakhir 16 GB/512 GB dihargai 13.000 Yuan (Rp 28,7 juta). 

    GSM ARENA | THE VERGE 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.