Prodi Ilmu Komunikasi se-Jabodetabek Bahas Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri ke kanan: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, dan Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Nizam dalam konferensi pers usai peluncuran program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka di Gedung D, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 24 Januari 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    Kiri ke kanan: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, dan Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Nizam dalam konferensi pers usai peluncuran program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka di Gedung D, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 24 Januari 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Korwil Jabodetabek menggelar Focus Group Discussion membahas implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Rabu 31 Maret 2021. Diskusi dikuti 133 pengelola Program Studi Ilmu Komunikasi dari 64 perguruan tinggi.

    “Acara ini kami laksanakan dalam rangka merayakan HUT Aspikom ke-14 yang jatuh pada 23 Maret 2021,” kata Deddy Irwandy, Ketua Aspikom Korwil Jabodetabek, dalam keterangan yang dibagikannya secara tertulis, Rabu.

    Sebelum digelar FGD, dilaksanakan sharing session dengan menghadirkan tiga pembicara yakni Eko Hari Susanto, pendiri Aspikom; M. Sulhan, Ketua Umum Aspikom; dan Firman Hidayat, Kepala Sub Kordinasi Kerja Sama, yang hadir menggantikan Paristianti Nurwardani, Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

    Eko mengatakan pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka seperti yang pernah dideklarasikan Menteri Nadiem Makarim memerlukan banyak kerja sama antar prodi sejenis. “Aspikom harus melakukan inventaris prodi yang berminat untuk melaksanakan kerja sama formal,” ujarnya.

    Dalam implementasinya, Sulhan menerangkan, anggota Aspikom dapat bekerja sama dalam pertukaran mahasiswa, asistensi pengajaran dan penelitian/pengabdian kolaboratif. Terkait kurikulum, dia menambahkan, Aspikom fokus pada penataan termasuk integrasi mata kuliah dan standar konversi.

    "Juga networking terkait hubungan yang profesional dan kolaboratif dan support system tentang regulasi perguruan tinggi dan orientasi akademis," katanya menuturkan.

    Firman menjelaskan seluruhnya ada 291 prodi ilmu komunikasi di jenjang S1 di Indonesia serta 46 dan 7 prodi, masing-masing, di jenjang S2 dan S3. Dari jumlah itu, untuk jenjang S1 yang memiliki akreditasi A ada 54, B ada 237 dan C ada 39 prodi.

    “Jenjang S2 ada 12 prodi berakreditasi A, 26 berakreditasi B dan 3 berakteditasi C. Sedangkan S3 ada 2 yang berakreditasi A dan satu yang B,” kata dia.

    Baca juga:
    Kampus Merdeka, Monash University Akan Bangun Kampus di Indonesia

    Kemendikbud, menurut Firman, mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui delapan indikator utama Merdeka Belajar Kampus Merdeka sehingga tercapai peningkatan kualitas lulusan, kurikulum dan dosen/pengajar. “Kami mendorong kampus mengimplementasikan manajemen berdasarkan kebutuhan mahasiswa,” ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.