Top 3 Tekno Berita Kemarin: Kabel Facebook di Laut Indonesia, AstraZeneca Lagi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabel optik bawah laut Marea milik Microsoft dan Facebook. Kredit: Microsoft/RUN Studios

    Kabel optik bawah laut Marea milik Microsoft dan Facebook. Kredit: Microsoft/RUN Studios

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin diawali dari artikel rencana jalur baru sistem komunikasi kabel laut yang akan dibangun Facebook melintasi Laut Jawa. PT Telkom masuk dalam konsorsium pemilik proyek tersebut dan mengungkap sejumlah rencana dengan kabel bawah laut itu, di antaranya menarik cabang untuk kepentingan ibu kota baru di Kalimantan.

    Artikel kedua berisi penjelasan virolog yang juga dosen di Institut Teknologi Bandung atau ITB tentang proses pembuatan produksi vaksin Covid-19 oleh AstraZeneca dan University of Oxford. Penuturannya membuat terang benderang perihal halal haram vaksin itu.

    Artikel ketiga juga soal vaksin AstraZeneca. Bedanya, artikel ini berisi perkembangan terkini pemanfaatannya di Eropa, khususnya Jerman. Negara itu kembali memutuskan menghentikan sementara penggunaan vaksin ini--kali ini bagi para pengguna umum atau non lansia. Penyebabnya, kasus pembekuan darah pada kepala yang serius pada beberapa penerima vaksin.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Kamis 1 April 2021, selengkapnya

    1. Facebook Tarik Kabel Bawah Laut Transpasifik, Telkom: Bisa untuk Ibu Kota Baru

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah menyiapkan sejumlah langkah pemanfaatan dalam kerja samanya dengan Facebook dan Keppel Telecommunications & Transportation Limited (Keppel T&T) membangun kabel bawah laut jalur baru transpasifik. Kabel sepanjang 15 ribu kilometer itu akan tersambung dari Singapura menuju Amerika Utara melalui Laut Jawa.

    Langkah pemanfaatan itu di antaranya adalah merancang branching unit (BU) ke arah Balikpapan dan Manado. "Untuk mengantisipasi kebutuhan infrastruktur di rencana ibu kota baru dan juga Kawasan Timur Indonesia," kata Direktur Wholesale & International Service Telkom, Dian Rachmawan, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu 31 Maret 2021.

    Telkom bergabung dalam konsorsium bersama Keppel T&T dan Facebook akan membangun sistem komunikasi kabel laut bernama Bifrost dengan panjang lebih dari 15.000 km. Dokumentasi Telkom

    Dia menjelaskan, TelkomGroup melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) berinvestasi dan menjadi anggota konsorsium kabel laut Bifrost bersama Facebook dan Keppel. Itu artinya, Dian menambahkan, TelkomGroup bukan sekadar mitra untuk berlabuh atau landing party untuk sistem komunikasi kabel laut itu, tetapi benar-benar berinvestasi dan memiliki hak suara di konsorsium. "Bahkan segmen SKKL yang berlabuh ke Jakarta dimiliki 100 persen oleh Telin," katanya.

    2. Vaksin AstraZeneca Halal atau Haram? Dosen ITB Beberkan Cara Produksinya

    Sebagian kalangan di tanah air mengangkat isu halal haram vaksin Covid-19 AstraZeneca karena penggunaan unsur enzim dari babi. Ini menyumbang permasalahan yang mengganjal program vaksinasi menggunakan vaksin asal Inggris itu di dunia, selain isu efek samping.

    Perihal pertanyaan halal haram, Dosen Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Aluicia Anita Artarini, mengatakan bisa dicari jawabnya dari dokumen AstraZeneca dan tim University of Oxford yang melakukan uji klinis. Dalam dokumen itu, Anita mengungkapkan, AstraZeneca ternyata menggunakan enzim tripsin yang berasal dari jamur, bukan babi.

    "AstraZeneca tidak menggunakan tripsin hewan pada proses produksinya dan di proses akhir pun tripsin itu tidak ada," kata Anita yang juga seorang virolog itu dalam bincang-bincang virtual pada awal pekan ini.

    3. Pembekuan Darah, Jerman Stop Vaksinasi AstraZeneca di Kelompok Non Lansia

    Pada Selasa lalu, Jerman bergabung dengan sebagian negara di Eropa yang masih membekukan penggunaan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca untuk kelompok non lansia. Itu artinya stop sementara untuk mereka yang berusia kurang dari 60 tahun. 

    Perawat Lily Harrington bersiap untuk memberikan vaksin Covid-19 Oxford/AstraZeneca kepada PM Inggris Boris Johnson, di London, Inggris, Jumat, 19 Maret 2021. Negara-negara termasuk Jerman dan Prancis melanjutkan penggunaan vaksin tersebut setelah sempat memberhentikan pemberiannya. Frank Augstein via REUTERS

    Di Jerman, keputusan diumumkan Menteri Kesehatan Jens Spahn dan 16 menteri kesehatan negara bagian. Mereka menyusul otoritas di Berlin dan Munich yang sudah lebih dulu mengumumkan yang sama.

    Baca juga:
    Heboh Vaksin AstraZeneca dan Penggumpalan Darah, Ini Kronologisnya

    "Mereka yang berusia kurang dari 60 tahun masih bisa menerima suntikan vaksin itu tapi hanya lewat diskresi dokter, dan setelah ada analisis risiko individual dan lewat pemeriksaan," bunyi dokumen yang diumumkan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.