TSMC Akan Menaikkan Harga Chip 25 Persen, Harga Ponsel Ikut Naik?

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo TSMC. Kredit: Gizmochina

    Logo TSMC. Kredit: Gizmochina

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen chip terkemuka di dunia Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dilaporkan akan menaikkan harga wafer silikon 12 inci—bahan dasar dari komponen microsystem—sebesar US$ 400 (Rp 5,8 juta). Hal ini dapat mengakibatkan kenaikan harga sebesar 25 persen yang akan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

    Baca:
    Permintaan Chip Tinggi, TSMC Berencana Investasi Rp 1.451 Triliun

    Perlu dicatat, dikutip Gizmochina, Rabu, 31 Maret 2021, TSMC telah beralih ke node proses 5nm untuk chipset, menjadikannya lebih bertenaga dan hemat energi. Selama paruh kedua tahun depan, perusahaan yang berbasis di Taiwan diharapkan mulai mengirimkan chip 3nm-nya.

    Node proses generasi berikutnya diperkirakan menghasilkan daya 25-30 persen lebih banyak dan kinerja 10-15 persen lebih banyak pada tingkat daya yang sama.

    Karena permintaan yang kuat untuk chip dan pasokan yang rendah, TSMC telah menarik kembali diskon yang ditawarkan kepada pelanggannya. Namun perusahaan menghadapi situasi lain yang berada di luar kendalinya dan menambah beban perusahaan.

    Kurangnya curah hujan menyebabkan kekurangan air yang serius dan kota tempat TSMC berada hanya menerima setengah dari jumlah hujan pada 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini memaksa perusahaan untuk menata kapal tanker air di fasilitasnya.

    Jika TSMC memutuskan untuk menaikkan harga wafer sebesar 25 persen dan membatalkan kesepakatan yang telah dinegosiasikan sebelumnya dengan perusahaan, pembuat ponsel pintar bisa menghabiskan lebih banyak uang daripada yang mereka anggarkan. Dan biaya tersebut dapat diteruskan ke pelanggan.

    Sebelumnya, TSCM juga sempat dikabarkan akan menaikkan 15 persen harga karena kekurangan chip yang sedang berlangsung. Namun, kuartal pertama tahun ini hampir berakhir dan perusahaan belum juga menaikkan harga.

    Dampak kekurangan chip global mulai dirasakan industri smartphone. Hal itu mulai dirasakan Presiden Xiaomi Wang Xiang. Dia menjelaskan, perusahaannya sudah mengalami kenaikan biaya produksi karena kekurangan chip untuk smartphone.

    “Kemungkinan besar kenaikan biaya produksi akan menyebabkan harga smartphone yang akan datang lebih tinggi,” ujar dia, seperti dikutip Gizmochina, Kamis, 25 Maret 2021.

    Awalnya, kelangkaan chip mempengaruhi industri otomotif. Bahkan hal itu menyebabkan penutupan beberapa pabrik produksi khusus chip di Amerika Serikat dan tempat lain.

    Beberapa bulan yang lalu, beberapa pemerintah mengambil langkah untuk merangsang produksi. Namun, langkah ini belum memberikan hasil, karena masalah baru muncul, yaitu meningkatnya permintaan.

    Sekarang tampaknya para pembuat ponsel secara bertahap merasakan dampak dari kekurangan chip itu karena biaya produksi yang terus meningkat. “Namun, Xiaomi akan terus menawarkan harga yang kompetitif dan akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses produksinya,” kata Wang Xiang.

    UNITED NEWS | GIZMOCHINA | GIZCHINA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.