Lockdown Covid-19 di Prancis, Apple Tutup Seluruh 20 Toko

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melihat boneka beruang yang dipajang  di restoran La Crevette yang masih tutup di tengah kebijakan lockdown akibat pandemi, di Saint-Maxime, Prancis, 1 Desember 2020. REUTERS/Eric Gaillard

    Seorang pria melihat boneka beruang yang dipajang di restoran La Crevette yang masih tutup di tengah kebijakan lockdown akibat pandemi, di Saint-Maxime, Prancis, 1 Desember 2020. REUTERS/Eric Gaillard

    TEMPO.CO, Jakarta - Raksasa teknologi Apple mengumumkan menutup kembali seluruh jaringan 20 toko di Prancis. Sebabnya, penguncian wilayah alias lockdown untuk membatasi aktivitas sosial karena gelombang terbaru pandemi Covid-19. Sebelumnya, dari semua tokonya, Apple masih menyisakan 8 yang dianggap masih aman. 

    Kabar tersebut diumumkan melalui akun Twitter resmi Apple. “Delapan toko termasuk Apple Champs-Élysées, Apple Opéra, dan toko Apple Marché Saint-Germain yang tetap buka sejak Maret akan ditutup tanpa batas waktu mulai 3 April malam,” cuit akun tersebut, seperti dikutip laman Gizmochina, 3 April 2021. 

    Saat masih beroperasi melayani pelanggan secara langsung, Apple telah memberlakukan protokol kesehatan secara ketat seperti jarak sosial, pemakaian masker, dan pemeriksaan suhu. Apple mengaku mengambil pendekatan hati-hati untuk menutup dan membuka kembali tokonya karena situasi pandemi yang berbeda-beda antar wilayah.

    Ini adalah pertama kalinya pada tahun ini Apple menutup semua tokonya di Prancis. Akhir-akhir ini, kasus Covid-19 memang telah meningkat di negara itu yang menyebabkan pemerintahnya mengumumkan penguncian ketiga sejak Rabu malam lalu.

    Presiden Emmanuel Macron menjanjikan bahwa itu akan menjadi penguncian nasional terakhir. Keputusan lockdown dibuatnya karena angka kematian Covid-19 di Prancis telah menembus 100 ribu orang. 

    Berbeda dari tokonya di Prancis, Apple justru membuka seluruh 270 tokonya di Amerika Serikat mulai 1 Maret lalu. Perusahaan teknologi lainnya, Google, juga berencana untuk membuka kembali jaringan kantornya di Amerika Serikat dalam kapasitas terbatas mulai April ini.

    Kabar dari Google itu juga menyusul rencana Microsoft, Facebook, dan Uber untuk kembali ke kantor dalam beberapa bulan mendatang. Amazon juga membagikan pembaruan tentang kapan sebagian besar karyawannya diharapkan untuk kembali bekerja secara langsung.

    Baca juga:
    Menolak Tutup, Pabrik Mobil Listrik Tesla Disebut Klaster 450 Kasus Covid-19

    Amazon tidak pernah menutup kantornya secara penuh, tapi mengatakan hanya 10 persen dari karyawan korporatnya yang masih berangkat kerja. Mengingat ketersediaan vaksin Covid-19 yang lebih baik, Amazon mengharapkan lebih banyak orang akan mulai datang ke kantor.

    GIZMOCHINA | MAC RUMORS | THE VERGE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.