Top 3 Tekno Berita Kemarin: Kilang Pertamina Balongan, Ledakan Covid-19, NTT

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kilang yang sudah mulai padam pada kejadian insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu 31 Maret 2021. FOTO/Dok.Pertamina

    Suasana kilang yang sudah mulai padam pada kejadian insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu 31 Maret 2021. FOTO/Dok.Pertamina

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Selasa 6 April 2021, dimulai dari petir yang diduga menyebabkan kebakaran kilang Pertamina Balongan. Versi penyebab yang berbeda dari apa yang disampaikan BMKG ini dijelaskan oleh ahli petir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Reynaldo Zoro.

    Artikel kedua berisi pernyataan anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat untuk Percepatan Penanganan Covid-19 tentang ledakan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan pada Maret 2021. Dia mengatakan menurunnya ketaatan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai pemicunya.

    Ketiga, artikel yang membahas sebab cuaca ekstrem dan banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang Minggu 4 April 2021. Kronologis awal bencana itu tercipta diungkap Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin selengkapnya,

    1. Ahli ITB Ungkap Cara Petir Tropis Bisa Membakar Kilang Pertamina Balongan

    Ahli petir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Reynaldo Zoro mengungkapkan bagaimana cara sambaran petir bisa membakar kilang milik Pertamina seperti di Balongan, Indramayu, sepekan lalu.

    Baca:
    Game Super Mario Bros Ini Laku Dilelang Rp 9,6 Miliar, Ciptakan Rekor Baru

    Menurutnya kejadian serupa pernah terjadi di kilang lain, yaitu di Cilacap. “Ketika menyambar instalasi yang ada komponen bahan bakarnya, kebetulan ada oksigen, kalau ada api dari petir dia terbakar,” ujar guru besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu.

    Dosen dan peneliti dari kelompok keahlian Teknik Ketenagalistrikan itu meyakini kilang Pertamina Balongan terbakar dan meledak setelah tersambar petir. Dia datang ke sana untuk mengumpulkan bukti-bukti itu di luar tim investigasi kebakaran.

    2. Pakar: Ketaatan Protokol Kesehatan Turun Picu Ledakan Covid-19 Kalsel pada Maret

    Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin mengatakan menurunnya ketaatan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan telah memicu ledakan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan pada bulan Maret 2021.

    Baca:
    Genom Sekuensing, Cina Pastikan Asal Virus Corona Terbaru di Negerinya

    "Berdasarkan data laporan monitoring kepatuhan protokol kesehatan tingkat nasional di bulan Maret yang diterbitkan oleh Satgas Covid-19 Pusat, tingkat kepatuhan warga Kalsel dalam mengenakan masker dan menjaga jarak semakin menurun jauh di bawah tingkat kepatuhan nasional," ujarnya di Banjarmasin, Senin, 5 April 2021.

    Menurut Taqin, situasi pandemi Covid-19 Kalsel di bulan Maret lalu sangat memprihatinkan. Ada 6.048 warga yang dikonfirmasi positif, sementara pada bulan Februari jumlahnya 3.760 orang.

    3. Sebab Cuaca Ekstrem dan Banjir Bandang di NTT, Ini Kronologis dari Data Satelit

    Banjir dan banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang Minggu 4 April 2021. Bencana menjelma dari hujan lebat yang datang bersama angin kencang yang telah terjadi sejak Jumat 2 April 2021. Cuaca ekstrem itu berlanjut pada Sabtu dinihari yang bertahan hingga Minggu dinihari.

    Kronologis ini diungkap Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Memadukan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG dengan data satelit serta pemodelan iklim yang dimilikinya, tim tersebut mengurai kronologis penyebab bencana tersebut di akun media sosial Instagram, Senin 5 April 2021.

    Baca juga:
    Gerak Siklon Tropis Seroja, BMKG: Potensi Hujan Sangat Lebat Bukan Cuma di NTT

    Di sana disebutkan bahwa pada Sabtu, 3 April, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tentang pembentukan bibit Siklon Tropis 99S yang selanjutnya dinamakan Siklon Tropis Seroja. Hal ini ditunjukkan melalui pembentukan awan konvektif skala meso yang terjadi secara cepat (Pukul 20.00-24.00 WIB) dan meluas sesuai dengan pergerakan siklonik angin yang sangat kuat di sekitar wilayah NTT.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.