Studi: Gangguan Kesehatan Mental Jadi Pandemi Berikutnya Usai Covid-19

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling (BK) Univet Sukoharjo dengan memakai riasan tokoh Joker melakukan aksi bertema Stop Depresi di Simpang Lima Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 10 Oktober 2019. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling (BK) Univet Sukoharjo dengan memakai riasan tokoh Joker melakukan aksi bertema Stop Depresi di Simpang Lima Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 10 Oktober 2019. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Madrid - Sebuah studi yang dirilis oleh Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) pada Senin, 5 April 2021, mengungkap bahwa masalah kesehatan mental yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 akan menjadi pandemi berikutnya.

    Baca:
    Inggris Pertimbangkan Larang Vaksin AstraZeneca untuk Kalangan Muda

    Kesehatan mental masyarakat secara bersamaan diserang oleh berbagai mekanisme dan tindakan mendesak diperlukan, kata tim penulis studi tersebut selama presentasi laporannya.

    "Biaya ekonomi global yang berkaitan dengan isu kesehatan mental telah meningkat hingga US$ 1 triliun dalam setahun dan 85 persen dari mereka yang mengalami gangguan mental tidak dapat menerima perawatan di negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah, menyebabkan krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata mereka.

    ADVERTISEMENT

    "Pandemi Covid-19 tidak hanya telah mempengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi juga tujuan pribadi, dinamika keluarga, peran di tempat kerja, dan stabilitas ekonomi mereka," jelas tim penulis itu.

    Faktor-faktor lain yang memperburuk krisis ini di tengah pandemi Covid-19 antara lain perubahan dalam peran keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, isolasi, kesepian, kesedihan karena kehilangan keluarga atau teman, kecemasan umum, kelelahan profesional, dan stres pascatrauma.

    Studi tersebut juga melaporkan bahwa antara 30 hingga 60 persen pasien yang menderita Covid-19, sistem saraf pusat dan perifer mereka turut terpengaruh, yang menyebabkan berbagai masalah.

    Delirium merupakan sindrom neuropsikiatri yang paling sering dan bersifat akut yang diderita oleh pasien Covid-19, kemudian diikuti oleh keadaan depresi dan kecemasan, sedangkan depresi dan kelelahan merupakan kondisi yang berlangsung lebih lama.

    Berdasarkan hasil studi itu, ISGlobal mendesak strategi perlindungan sosial untuk memerangi masalah yang timbul akibat pengangguran, kehilangan orang yang dicintai, kesepian, dan isolasi, dengan jaminan penyediaan layanan dasar dan pembiayaan layanan sosial guna membantu keluarga yang membutuhkan.

    XINHUA | ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.