Tim ITB Bangun Sistem 4G Mandiri di Daerah Terpencil Maluku dan NTT

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) membangun sistem teknologi 4G perdana di daerah Maluku dan Nusa Tenggara Timur. (Dok.ITB)

    Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) membangun sistem teknologi 4G perdana di daerah Maluku dan Nusa Tenggara Timur. (Dok.ITB)

    TEMPO.CO, Bandung - Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) membangun sistem teknologi 4G perdana di daerah tertinggal wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Baca:
    Ahli ITB Ungkap Cara Petir Tropis Bisa Membakar Kilang Pertamina Balongan

    Tujuan pembangunan sistem tersebut untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. “Sistemnya kami kembangkan lengkap sehingga bisa mandiri, tidak bergantung operator seluler,” kata ketua tim Trio Adiono yang dihubungi Rabu 7 April 2021.

    Sistem yang dirancang sebagai stasiun pemancar sinyal 4G itu, antara lain mencakup core network, catu daya, antena, dan menara. Sebelumnya, tim yang telah melakukan riset perangkat jaringan Internet sejak 2007 itu menyiapkan inovasi InfiniteBe pada 2015 untuk teknologi 4G.

    “Selama operator seluler enggak ada, kami bisa menyediakan jaringan full access,” ujar dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu.

    Selain beroperasi secara mandiri, stasiun pemancarnya bisa dipakai untuk jaringan operator seluler. Kemampuan daya jangkaunya berkisar 1-2,5 kilometer, tergantung kondisi daerah.

    Ketinggian menaranya antara 30-60 meter dengan daya pancar yang bisa diatur dari 1 hingga 4 watt. “Pengguna tidak perlu memakai aplikasi khusus untuk akses di smartphone, tablet, komputer, dan perangkat lainnya,” kata Adiono.

    Inovasi itu, menurutnya, cocok digunakan di daerah blank spot atau wilayah yang tergolong 3T, yaitu tertinggal, terdepan, terluar.

    Menurut Kementerian Pendidikan Kebudayaan, masih ada belasan ribu sekolah yang belum bisa mengakses Internet. Rencananya pemasangan alat ini akan berlanjut di daerah lain dengan dana dari pemerintah.

    Sejauh ini sistem InfiniteBe buatan ITB ini mengandung 42,5 persen tingkat kandungan dalam negeri. Peningkatannya, kata Adiono, akan dilakukan secara bertahap.

    Adapun tantangan pembangunan sistem 4G ini seperti harga yang bersaing dengan perusahaan besar telekomunikasi dari luar negeri, juga lokasi, dan kondisi di lapangan untuk pemasangan perangkat. Dari laman ITB, pemasangan sistem 4G itu dimulai September-Desember 2020.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.