Gempa Malang, Korban Tewas di Lumajang Bertambah Jadi 5 Orang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah rumah  yang ambruk akibat gempabumi berkekuatan 6,1 Magnitudo di Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Pronojiwo, Sabtu 10 April 2021. Foto: Istimewa

    Sejumlah rumah yang ambruk akibat gempabumi berkekuatan 6,1 Magnitudo di Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Pronojiwo, Sabtu 10 April 2021. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Lumajang - Korban tewas bencana gempa bumi berkekuatan 6,1 Magnitudo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah menjadi lima orang. Kelima orang korban tewas ini seluruhnya warga Kecamatan Tempursari.

    Update data yang diterima TEMPO menyebutkan kelima orang yang tewas ini adalah Ahmad Fadholi, warga Desa Tempurrejo RT 002 RW 002 Kecamatan Tempursari. Fadholi meninggal karena tertimpa batu yang jatuh dari tebing di daerah Piket Nol, Kecamatan Pronojiwo.

    Kemudian Sri Yani, 46 tahun, warga Desa Tempurrejo RT 002 RW 002 Kecamatan Tempursari. Dia meninggal di RSUD dr Haryoto setelah sempat mendapat perawatan. Dia mengalami luka berat berupa suspek fraktur femur (D), suspek fraktur mandibula, suspek fraktur digiti. Sri Yani juga tertimpa batu di kawasan Piket Nol.

    Sementara tiga orang korban tewas lainnya adalah Juwanto, Nasar, dan Amin. Ketiga warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, ini meninggal karena tertimpa bangunan roboh.

    Laporan tersebut juga menyebutkan ada sebelas orang yang mengalami luka ringan hingga sedang. Sebagian besar warga ini juga dari kecamatan Tempursari.

    Sementara itu, untuk kerugian material berupa rumah retak dan roboh dialami warga di 12 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Selain Tempursari, lainnya adalah Pronojiwo, Gucialit, Pasrujambe, Senduro, Yosowilangun dan Tekung.

    Seperti diberitakan sebelumnya Laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada kedalaman 80 km

    Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik, M. Wawan Hadi, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia juga meminta warga agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

    Baca juga:
    Sumber Gempa Malang, Ahli di BMKG dan ITB Beda Pendapat

    "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," ujar Wawan mengutip rekomendasi BMKG.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.