BMKG Bandung Pesimistis Bisa Lihat Hilal 1 Ramadan 12 April

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim pemantau hilal Jamaah Muslimin dan BMKG Banten melihat layar komputer hasil penginderaan teropong untuk memantau hilal awal Ramadan 1438 H di Pantai Anyer, Serang, Banten, 26 Mei 2017. Tim pemantau hilal di lokasi tersebut mendapati tinggi hilal pada 8 derajat 38 menit 26 detik. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Anggota tim pemantau hilal Jamaah Muslimin dan BMKG Banten melihat layar komputer hasil penginderaan teropong untuk memantau hilal awal Ramadan 1438 H di Pantai Anyer, Serang, Banten, 26 Mei 2017. Tim pemantau hilal di lokasi tersebut mendapati tinggi hilal pada 8 derajat 38 menit 26 detik. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung akan mengamati kemunculan hilal atau bulan baru penanda datangnya 1 Ramadan di daerah Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. “Berdasarkan data, hilal awal 1 Ramadan pada 12 April 2021 di Cikelet berpotensi kecil hingga sedang untuk dapat teramati jika cuaca cerah, terutama di ufuk sebelah barat,” kata Teguh Rahayu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Sabtu 10 April 2021.

    Kesimpulan itu berdasarkan data hilal saat matahari terbenam, Senin 12 April 2021, di Cikelet, Garut, yaitu ketinggian hilal 3 derajat 12 menit 56 detik kemudian elongasi 4 derajat 23 menit 37 detik. Adapun fraksi iluminasi atau bagian bulan yang tampak dari bumi 0,15 persen dan umur bulan 8 jam 18 menit 10 detik. “Lag atau lamanya bulan teramati cuma 17 menit 20 detik,” ujarnya.

    Menurut Rahayu, dengan ketinggian bulan yang masih rendah itu, pengamat memerlukan kecerahan langit di atas 70 persen supaya teropong bisa maksimal. Sementara, di ufuk barat atau garis horizon pantai Jawa penguapannya tergolong tinggi. Kondisi itu mengakibatkan pertumbuhan awan sangat cepat.

    Rahayu mengatakan dengan kondisi langit yang cerah, ketinggian hilal yg bisa teramati di lokasi pengamatan Cikelet paling rendah yaitu 5 derajat. Sementara dalam kondisi mendung, ketinggian hilal di atas 5 derajat pun akan sulit untuk bisa terlihat.

    ADVERTISEMENT

    Tim Stasiun Geofisika Bandung akan melakukan pengamatan di Cikelet, Garut, bersama Kementerian Agama setempat, PWNU Jawa Barat, LAPAN, serta Pusat Observasi Falak Jama'ah Muslimin (Hizbullah). Secara keseluruhan BMKG menggelar pengamatan hilal serentak pada 12 April 2021 di 26 lokasi di Indonesia, dari Banda Aceh hingga Papua.

    Baca juga:
    Penetapan Awal Ramadan Tahun Ini, LAPAN: Hilal di Atas 3 Derajat

    Mekanisme pengamatan bulan atau rukyat hilal itu dilakukan BMKG dengan memanfaatkan teleskop atau teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi. Masyarakat dapat ikut menyaksikan pengamatan itu daring di laman http://media.bmkg.go.id/pengamatan-hilal.bmkg.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.