UTBK di ITB, Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan Dua Kali

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolam Indonesia Tenggelam atau disingkat Intel yang ada di tengah Kampus ITB Bandung. Kolam ini dikenal dengan sederet mitosnya dan masuk materi pengenalan untuk para mahasiswa baru di kampus itu. FOTO/ISTIMEWA

    Kolam Indonesia Tenggelam atau disingkat Intel yang ada di tengah Kampus ITB Bandung. Kolam ini dikenal dengan sederet mitosnya dan masuk materi pengenalan untuk para mahasiswa baru di kampus itu. FOTO/ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Bandung - Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) ITB tidak meminta surat keterangan kesehatan atau hasil tes Covid-19. Namun seluruh peserta akan menjalani saringan kesehatan sebelum menuju ruang ujian.

    Saringan pertama dari pemeriksaan suhu tubuh. Bagi yang lebih dari 37,5 derajat Celcius akan mengikuti pemeriksaan lanjutan, yaitu terkait dengan indikasi gejala Covid-19.

    Pemeriksaan itu dilakukan oleh tenaga medis yang akan menentukan bisa atau tidaknya mengikuti UTBK. “Peserta UTBK di ITB per hari kira-kira 2.200 orang, atau 1.100 orang per sesi,” kata Naomi Sianturi Haswanto, Kepala Biro Humas dan Komunikasi ITB, Ahad, 11 April 2021.

    Jumlah peserta yang akan ujian di pusat UTBK ITB sekitar 23.700 orang. Lokasi ujian tersebar di kampus ITB Jalan Ganesha Bandung dan SMAN 1 sampai 5 serta SMKN 2 Bandung.

    Seluruh peserta tes di Pusat Ujian Tulis Berbasis KOmputer (UTBK) ITB harus memperhatikan jam buka tutup gerbang. Peserta diwajibkan hadir satu jam sebelum waktu masuk ruang ujian. Ketika gerbang ditutup, peserta akan dinyatakan terlambat dan tidak dapat mengikuti ujian.

    Dari panduan peserta UTBK ITB, pada sesi ujian pagi gerbang akan dibuka pukul 05.45 WIB dan ditutup pukul 06.30. Peserta masuk ruang ujian pukul 06.45. Sementara pada sesi siang, gerbang dibuka pukul 11.30, ditutup 12.45, dan masuk kelas pukul 13.00.

    Ketika memasuki gerbang lokasi ujian, peserta diharuskan menunjukkan kartu peserta UTBK, dan telah memastikan tanggal sesuai dengan waktu ujian. Peserta juga diminta menggunakan masker medis, bukan masker kain. Alasannya untuk memudahkan pengecekan standar protokol kesehatan. Selain itu peserta ujian diminta menyiapkan hand sanitizer di dalam saku.

    Panitia mewajibkan peserta membawa Kartu Peserta Ujian, Surat Keterangan Kelas 12 atau Ijazah,  Kartu Identitas berupa KTP, SIM, atau Kartu Pelajar, masker medis, hand sanitizer, obat-obatan pribadi, dan dua pensil kayu atau lebih.

    Di lokasi UTBK, peserta dilarang bergerombol dan menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak sekitar dua meter. Peserta dianjurkan pula memakai face shield, sarung tangan medis atau berbahan plastik, dan membawa tisu basah dan kering, alat salat bagi peserta sesi siang, serta makanan dan minuman. Saran lainnya yaitu peserta tidak membawa kendaraan pribadi.

    Baca:
    Universitas Brawijaya Siapkan 1.275 Komputer untuk Peserta UTBK SBMPTN 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.