UTBK Hari Pertama di ITB, Peserta Terlambat dan Pengantar Paksa Masuk

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta ujian memeluk orang tuanya sebelum mengikuti UTBK-SBMPTN 2021 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Senin, 12 April 2021. Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilaksanakan dalam 2 gelombang yang pertama 12 April - 18 April 2021, dan yang kedua 26 April - 4 Mei 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang peserta ujian memeluk orang tuanya sebelum mengikuti UTBK-SBMPTN 2021 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Senin, 12 April 2021. Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilaksanakan dalam 2 gelombang yang pertama 12 April - 18 April 2021, dan yang kedua 26 April - 4 Mei 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bandung - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) hari pertama di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin 12 April 2021, dilaporkan berjalan lancar. Namun panitia punya catatan soal peserta yang datang terlambat. Selain itu ada juga kejadian pengantar yang memaksa masuk ke dalam lokasi ujian.

    Kepala Biro Humas dan Komunikasi ITB Naomi Sianturi Haswanto          mengatakan beberapa peserta datang terlambat dan menyulitkan diri sendiri serta panitia. Lewat panduan yang disebar panitia ke peserta sebelum ujian, peserta diwajibkan hadir satu jam sebelum waktu masuk ruang ujian. Ketika gerbang ditutup, peserta akan dinyatakan terlambat dan tidak dapat mengikuti ujian.

    Selain itu menurut Naomi, hari pertama ujian diwarnai pengantar yang memaksa masuk ke dalam area UTBK. Sesuai ketentuan, semua peserta hanya boleh diantar sampai gerbang lokasi ujian. “Mungkin karena tidak tahu dan khawatir, dia pikir bisa menunggu peserta di depan ruangan,” katanya, Senin. 

    Hasil pemeriksaan kesehatan yang diterapkan dua lapis, menurut Naomi, hasilnya tidak ada yang positif Covid-19. Artinya semua peserta hari pertama bisa mengikuti UTBK. Tidak ada yang ditolak. "Semua memenuhi syarat karena protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

    Naomi menambahkan, ada beberapa peserta yang absen, dan hingga Senin malam jumlahnya masih didata panitia. UTBK adalah awal dari proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN.

    Menurut Direktur Pendidikan ITB Arief Hariyanto, peserta hari pertama di Pusat UTBK ITB tercatat 1.644 orang. Sesi pagi sebanyak 1.014 orang, dan bagian siang 630 peserta. Jumlah peserta UTBK harian selanjutnya berkisar 1.600-2.000 orang yang tersebar di 7 lokasi ujian.

    Selain di kampus ITB Jalan Ganesha, lokasinya menggunakan SMAN 1-5 ditambah SMKN 2 Bandung. Total peserta yang terdaftar di Pusat UTBK ITB sebanyak 23.705 orang.

    Panitia mewajibkan peserta membawa Kartu Peserta Ujian, Surat Keterangan Kelas 12 atau Ijazah,  Kartu Identitas berupa KTP, SIM, atau Kartu Pelajar, masker medis, handsanitizer, obat-obatan pribadi, dan dua pensil kayu atau lebih.

    Di lokasi ujian, peserta dilarang bergerombol dan menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak sekitar dua meter. Peserta UTBK dianjurkan pula memakai face shield, sarung tangan medis atau berbahan plastik, dan membawa tisu basah dan kering, alat salat bagi peserta sesi siang, serta makanan dan minuman. Saran lainnya yaitu peserta tidak membawa kendaraan pribadi.

    Baca juga:
    UTBK SBMPTN di Universitas Negeri Yogyakarta, Ratusan Peserta Tak Hadir


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.