Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Siklon Tropis Surigae, Porang, Bukit Algoritma

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Siklon Tropis. bmkg.go.id

    Ilustrasi Siklon Tropis. bmkg.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Siklon Tropis Surigae yang tumbuh dari bibit di Samudera Pasfik utara Papua diprediksi terus menguat hingga menjadi taifun atau topan. Dampaknya di Indonesia di antaranya peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah utara Sulawesi dan sekitarnya sebesar 8-20 knot.

    Berita terpopuler selanjutnya tentang porang kian populer, sebab memiliki daya jual yang tinggi di pasaran. Bagi yang ingin melakukan budidaya tanaman tumpang sari ini jangan sampai salah tanam, sebab ada beberapa tanaman sejenis yang mirip dengan porang, namun bisa dibedakan dari penampakan luarnya atau morfologi.

    Selain itu, kawasan Bukit Algoritma yang berada di Kabupaten Sukabumi, diapit dua sesar aktif. BMKG menyatakan sumber gempa yang mengapit daerah Cikidang dan Cibadak itu adalah Sesar Citarik dan Sesar Cimandiri. “Ya memang Sukabumi daerah rawan gempa,” kata Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG yang dikonfirmasi, Rabu 14 April 2021.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Siklon Tropis Surigae Diprediksi Jadi Taifun, Puncak Angin Kencang 18 April

    Ilustrasi Siklon Tropis. bmkg.go.id

    Siklon Tropis Surigae yang tumbuh dari bibit di Samudera Pasfik utara Papua diprediksi terus menguat hingga menjadi taifun atau topan. Dampaknya di Indonesia di antaranya peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah utara Sulawesi dan sekitarnya sebesar 8-20 knot.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkap itu dalam keterangannya di Malang, Jawa Timur, Rabu 14 April 2021. Dia menerangkan siklon tropis atau badai tropis Surigae diperkirakan akan berkembang menjadi Badai Tropis Kuat dan bahkan Taifun pada Jumat, 16 April 2021.

    Mendapat penamaan dari Badan Meteorologi Jepang, Surigae yang tumbuh dari bibit Siklon Tropis 94W itu, kata Dwikorita, "Bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina."

    2. Mau Untung Malah Buntung, Jangan Keliru 3 Tanaman Ini Mirip dengan Porang

    Tanaman Porang Foto Litbang Kementerian Pertanian

    Porang kian populer, sebab memiliki daya jual yang tinggi di pasaran. Bagi yang ingin melakukan budidaya tanaman tumpang sari ini jangan sampai salah tanam, sebab ada beberapa tanaman sejenis yang mirip dengan porang, namun bisa dibedakan dari penampakan luarnya atau morfologi.

    Jenis tanaman yang sejenis dengan porang akan dijelaskan menurut publikasi dari pangan.litbang.pertanian.go.id seperti tanaman suweg (A. campanulatus), iles-iles putih (Amorphophallus spp), walur (A. variabilis) namun bila dicermati terdapat beberapa ciri morfologi yang membedakannya.

    Pebedaaan bisa dilihat sebagai pembanding tanaman porang pada bagian daunnya lebar dengan bentuk ujung daun runcing, dan berwarna hijau muda, pada bagian batangnya memiliki warna kombinasi putih dan hijau di permukaan batang, juga permukaan kulit batang halus.

    3. BMKG: Bukit Algoritma Sukabumi Diapit Sepasang Sesar Gempa Aktif

    Lokasi sumber gempa darat Sukabumi dan sekitarnya di antara Gunung Gede dan Pangrango, Senin malam, 11 Januari 2021. Kredit: BMKG

    Kawasan Bukit Algoritma yang berada di Kabupaten Sukabumi, diapit dua sesar aktif. BMKG menyatakan sumber gempa yang mengapit daerah Cikidang dan Cibadak itu adalah Sesar Citarik dan Sesar Cimandiri. “Ya memang Sukabumi daerah rawan gempa,” kata Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG yang dikonfirmasi, Rabu 14 April 2021.

    Sesar Cimandiri yang garisnya hampir mendatar berarah barat-timur, bagian selatannya bergerak ke daratan sementara bagian utaranya ke arah lautan. Sementara Sesar Citarik berarah timur laut-barat daya memanjang dari laut sampai ke Bogor.

    Berdasarkan riwayat gempa yang dikumpulkan, setidaknya ada 11 kejadian gempa yang merusak di sekitar dua lokasi proyek bakal Kawasan Ekonomi Khusus dan Bukit Algoritma di Kabupaten Sukabumi itu. Walau begitu menurut Daryono, daerah di Cikidang dan Cibadak boleh saja dibangun. “Yang penting strukturnya bangunan tahan gempa dan mangacu building code, sehingga dapat mengurangi risiko jika terjadi gempa,” ujarnya. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Booming Tanaman Porang, WhatsApp, Gempa


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.