Volume Kubah Lava di Tengah Kawah Gunung Merapi Melonjak

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat 10 April 2020. Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 27 Maret - 2 April 2020, analisis morfologi area kawah menggunakan foto udara menunjukan volume kubah lava telah mencapai 291 ribu meter kubik dan sedikit mengalami perubahan bentuk. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat 10 April 2020. Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 27 Maret - 2 April 2020, analisis morfologi area kawah menggunakan foto udara menunjukan volume kubah lava telah mencapai 291 ribu meter kubik dan sedikit mengalami perubahan bentuk. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pertumbuhan volume kubah lava Gunung Merapi yang berada di bagian tengah kawah melesat meninggalkan volume kubah lava  di bagian barat daya. Berdasarkan foto dari sektor tenggara 14 April terhadap 8 April 2021, terukur volume kubah lava baru itu telah mencapai 1.681.000 meter kubik.

    "Sedangkan volume kubah lava di sektor barat daya saat ini sebesar 1.024.800 meter kubik dengan laju pertumbuhan 12.200 meter kubik per hari," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, Jumat 16 April 2021.

    Padahal, catatan pengamatan pada akhir Maret lalu menyebutkan kubah lava Merapi bagian tengah kawah itu terhenti pertumbuhan volumenya. Hanya kubah lava bagian barat daya saja yang terus bertumbuh di tengah tingginya aktivitas vulkanik yang masih terjadi.

    Saat itu ketinggian kubah tengah terukur tetap 65 meter dengan estimasi volume kubah sebesar 950.000 m3. Beda halnya dengan kubah lava bagian barat daya yang bertambah dari volume 840.000 m3 menjadi 949.000 m3 dalam seminggu.

    Hanik mengungkap hasil pengamatan lain yakni awan panas guguran terjadi sebanyak 6 kali dengan jarak luncur teramati sejauh 1.800 meter ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal milimeter dan durasi 132 detik. Selama periode 9-15 April 2021, guguran lava teramati sebanyak 119 kali dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya dan 7 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 400 meter.

    "Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif tetap dibandingkan minggu lalu sedangkan deformasi Gunung Merapi minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan," kata dia.

    Selama periode sepekan terakhir, intensitas curah hujan tertinggi sebesar 188 milimeter per jam selama 55 menit di Pos Kaliurang pada 13 April 2021. Yang menyebabkan adanya penambahan aliran atau lahar hujan di Kali Boyong. Secara keseluruhan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi disimpulkan BPPTKG masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. "Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," kata Hanik.

    Baca:
    Tak Biasa, Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Terjang Dua Arah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.