Kasus Penggumpalan Darah Bertambah, Vaksin AstraZeneca di Indonesia Jalan Terus

Reporter

Petugas kesehatan menunjukan vial vaksin COVID-19 AstraZeneca dosis pertama untuk prajurit TNI AU di Perawatan Umum Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 1 April 2021. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus penggumpalan darah yang langka dan fatal di antara penerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca bertambah di dunia. Satu kasus terbaru di antara para penerima vaksin AstraZeneca itu dilaporkan terjadi di Australia pada Jumat 16 April 2021.

Di negara itu, yang telah membagikan 885 ribu dosis vaksin AstraZeneca, telah tercatat seluruhnya tiga kasus penggumpalan darah. Seperti yang juga dilaporkan di beberapa negara lain yang mengalaminya, belum jelas hubungan sebab akibat kasus tersebut dengan inokulasi vaksin.

Pemerintah Australia, lewat pernyataan pada Sabtu ini, 17 April 2021, mengungkapkan telah dan tetap akan membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca. Pembatasan penggunaan untuk kalangan usia kurang dari 50 tahun dilakukan sambil menunggu kajian para ilmuwan.

Lalu bagaimana di Indonesia yang juga menggunakan vaksin yang sama? Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, dalam keterangan yang dibagikannya Jumat, mengatakan vaksinasi tetap berlanjut tanpa perubahan. Dia hanya meminta tenaga kesehatan memperhatikan peringatan pada label vaksin sebelum penyuntikan. 

"Sekarang kita tambahkan warning dan statement fact sheet informasi pada tenaga kesehatan yang akan menggunakan AstraZeneca agar berhati-hati dengan risiko yang dikaitkan dengan kejadian trombosis," kata Penny daring. 

Penny mengatakan tenaga kesehatan harus memperhatikan informasi warning itu untuk seleksi atau skrining orang yang akan disuntikkan vaksin tersebut. Namun dia juga menambahkan bahwa kejadian pembekuan atau penggumpalan darah penerima vaksin AstraZeneca di negara-negara, atau secara internasional, termasuk kejadian yang sangat jarang.

"Karena kan memang dampak di tiap manusia bisa berbeda-beda saat menerima vaksin dan jenis vaksin yang berbeda juga akan memberikan efek yang berbeda," ujarnya sambil berjanji tetap mengikuti dan memperhatikan perkembangan dan kejadian apapun di luar negeri terkait penggunaan vaksin AstraZeneca.

Baca juga:
Penggumpalan Darah Juga di Vaksin Johnson & Johnson, Amerika Stop Sementara






3 Obat Sirop Ditarik Usai Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Begini Kronologinya

15 jam lalu

3 Obat Sirop Ditarik Usai Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Begini Kronologinya

Kasus obat sirop yang menyebabkan insiden pasien anak mengalami gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) kembali mencuat. Begini kronologinya


Takut Dimata-matai, Australia Copot CCTV Buatan China

15 jam lalu

Takut Dimata-matai, Australia Copot CCTV Buatan China

Sejumlah CCTV buatan China di area tugu peringatan perang nasional Australia akan dicopot karena pejabat khawatir digunakan untuk memata-matai


Australia Luncurkan Dosis Kelima Vaksin COVID 19

17 jam lalu

Australia Luncurkan Dosis Kelima Vaksin COVID 19

Australia merupakan salah satu negara yang warganya paling banyak divaksinasi terhadap virus corona


Resep Sehat Tyo Nugros Drummer Dewa 19: Batasi Konsumsi Garam dan Micin, Kenapa?

18 jam lalu

Resep Sehat Tyo Nugros Drummer Dewa 19: Batasi Konsumsi Garam dan Micin, Kenapa?

Seringkali MSG dan garam disebut bisa ganggu kesehatan. Drummer Dewa 19 Tyo Nugros sudah lama batasi konsumsi micin dan garam.


Pharos Resmi Recall Obat Sirop Penurun Demam Praxion Usai Temuan Kasus Gagal Ginjal Akut

21 jam lalu

Pharos Resmi Recall Obat Sirop Penurun Demam Praxion Usai Temuan Kasus Gagal Ginjal Akut

Voluntary recall ini dilakukan sebagai tanggung jawab Pharos atas temuan insiden pasien anak yang mengalami gagal ginjal akut progresif atipikal.


UMKM Binaan Bank Indonesia Billiton Spices Sukses Ekspor Lada ke Australia dan Filipina

1 hari lalu

UMKM Binaan Bank Indonesia Billiton Spices Sukses Ekspor Lada ke Australia dan Filipina

Produk lada kemasan dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Pulau Belitung, Billiton Spices, berhasil menembus pasar Australia dan Filipina.


PT Pharos Indonesia: Uji Lab Ungkap Praxion Tak Mengandung Cemaran EG dan DEG

1 hari lalu

PT Pharos Indonesia: Uji Lab Ungkap Praxion Tak Mengandung Cemaran EG dan DEG

Produsen obat PT Pharos Indonesia mengungkap hasil uji laboratorium Praxion.


PT Pharos Sebut Hasil Uji Dua Lab Independen Nyatakan Praxion Bebas EG/DEG

1 hari lalu

PT Pharos Sebut Hasil Uji Dua Lab Independen Nyatakan Praxion Bebas EG/DEG

PT Pharos Indonesia mengatakan hasil uji ulang dua lab independen terhadap produk obat sirop Praxion tidak mengandung cemaran EG dan DEG


Sidang Class Action Korban Gagal Ginjal Akut Kembali Ditunda

1 hari lalu

Sidang Class Action Korban Gagal Ginjal Akut Kembali Ditunda

Sidang Class action korban gagal ginjal akut kembali ditunda karena ada pihak tergugat yang tak hadir.


Telusuri Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Tunggu Hasil Lab BPOM

1 hari lalu

Telusuri Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Tunggu Hasil Lab BPOM

Bareskrim Polri masih menunggu hasil laboratorium dari BPOM sebelum periksa produsen obat sirop Praxion diduga pemicu kasus baru gagal ginjal akut