Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Covid-19, Vaksin AstraZeneca, BPOM

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol kecil berlabel stiker

    Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini seluruhnya tentang Covid-19 dan vaksinnya. Diawali dari perkembangan wabah penyakit itu di Yogya yang laju penambahannya disebut tak berubah sepanjang sembilan minggu terakhir. Gugus Harian Penanganan Covid-19 kota itu berusaha mendeteksi sumber penularan di balik laju tersebut.

    Berita kedua mengenai distribusi vaksin AstraZeneca yang masih didera kasus penggumpalan darah di antara para penerimanya di berbagai negara di dunia. Meski jumlahnya tergolong langka, tapi beberapa negara memutuskan membatasi penggunaannya demi kehati-hatian. Bagaimana di Indonesia?

    Berita terpopuler ketiga di kanal ini datang dari riset Vaksin Nusantara di kamps ITB. BPOM mengunjungi laboratorium tim riset itu untuk memastikan bahwa penelitian vaksin yang sudah berjalan dapat dikembangkan sesuai standar yang ada sampai siap diuji klinis.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Hari Ini selengkapnya,

    1. Kasus Baru Covid-19 Tak Berubah 9 Minggu, Warga Yogya Diminta Waspadai Ini

    Ketua Gugus Harian Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengungkapkan selama sembilan minggu terakhir, penambahan kasus di kota itu tidak naik juga tidak turun. Kasus baru stabil dengan rata-rata per minggu sekitar 150-an.

    Jumlah Rukun Tetangga yang menyandang status zona hijau juga meningkat dan kini mencapai 95,46 persen. Sisanya, seluruhnya, zona kuning. "Yogya sudah tidak ada RT/RW zona oranye dan merah, wilayah RT/RW yang sebelumnya jadi sumber kasus baru di lingkup keluarga juga sudah jauh berkurang," ujar Heroe, Jumat 16 April 2021.

    Dia menduga penyebab jumlah kasus baru mingguan yang realtif tetap berasal dari masih adanya penularan karena kontak erat dalam keluarga. "Kami perkirakan jumlah kasus dalam keluarga ini masih ada dengan angka rata rata di bawah 5 rumah (yang termasuk dalam masuk zona kuning)," katanya.

    2. Kasus Penggumpalan Darah Bertambah, Vaksin AstraZeneca di Indonesia Jalan Terus

    Kasus penggumpalan darah yang langka dan fatal di antara penerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca bertambah di dunia. Satu kasus terbaru di antara para penerima vaksin AstraZeneca itu dilaporkan terjadi di Australia pada Jumat 16 April 2021.

    Di negara itu, yang telah membagikan 885 ribu dosis vaksin AstraZeneca, telah tercatat seluruhnya tiga kasus penggumpalan darah. Seperti yang juga dilaporkan di beberapa negara lain yang mengalaminya, belum jelas hubungan sebab akibat kasus tersebut dengan inokulasi vaksin.

    Pemerintah Australia, lewat pernyataan pada Sabtu ini, 17 April 2021, mengungkapkan telah dan tetap akan membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca. Pembatasan penggunaan untuk kalangan usia kurang dari 50 tahun dilakukan sambil menunggu kajian para ilmuwan.

    3. BPOM Pantau Riset Vaksin Merah Putih di ITB, Tunjukkan Pendampingan

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito memantau langsung riset Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat 16 April 2021. Pada saat ini tim Vaksin ITB melakukan pengembangan kandidat Vaksin Covid-19 yang berbasis platform subunit protein dan vektor adenovirus. 

    BPOM ingin memastikan bahwa penelitian vaksin yang sudah berjalan dapat dikembangkan sesuai standar yang ada sampai siap diuji klinis. Pengembangan vaksin untuk menangkal Covid-19 itu dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Laboratorium Bioaktivitas Molekul di Gedung Laboratorium Doping di Kampus ITB Jalan Ganesha No.10 Bandung.

    Dari siaran pers ITB, BPOM juga disebutkan membahas langkah pendampingan pengembangan Vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh Tim Vaksin ITB. “Vaksin ini lintas sektor maka perlu pendampingan dan fasilitas yang komplit,” kata Penny.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.