UTBK SBMPTN Gelombang Pertama, Ratusan Peserta Juga Absen di Unhas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peserta ujian saat mengikuti UTBK-SBMPTN 2021 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Senin, 12 April 2021. Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilaksanakan dalam 2 gelombang yang pertama 12 April - 18 April 2021, dan yang kedua 26 April - 4 Mei 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Para peserta ujian saat mengikuti UTBK-SBMPTN 2021 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Senin, 12 April 2021. Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilaksanakan dalam 2 gelombang yang pertama 12 April - 18 April 2021, dan yang kedua 26 April - 4 Mei 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Makassar - Ratusan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPT) absen bukan hanya terjadi di lokasi ujian di Kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Sebanyak 665 pendaftar juga tidak hadir sepanjang gelombang pertama UTBK SBMPTN di Universitas Hasanuddin yang berakhir Minggu 18 April 2021.

    Kepala Sub Direktorat Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan ratusan peserta itu absen tanpa ada kabar atau alasan. Ia menjelaskan jumlah peserta yang terdaftar dan seharusnya mengikuti ujian pada Gelombang I ini adalah 13.254 orang. "Dengan absennya 665 peserta itu, tingkat kehadiran menjadi 95 persen," katanya, Senin 19 April 2021.

    Secara umum, Ishaq menerangkan, pelaksanaan UTBK SBMPTN di Unhas berlangsung lancar. Selain menyiapkan dukungan IT, juga dijalankan protokol kesehatan pada setiap lokasi dan ruangan yang berada di bawah kendali Pusat UTBK Unhas. Seperti juga di lokasi lainnya, pusat UTBK Unhas selanjutnya akan mempersiapkan pelaksanaan UTBK SBMPTN gelombang kedua yang akan mulai berlangsung pada 26 April 2021.

    Secara terpisah, Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Profesor Budi Prasetyo mengatakan, tingkat kehadiran peserta UTBK SBMPTN 2021 secara nasional cukup tinggi. Berkata usai hari kedua pelaksanaan UTBK gelombang pertama pada Rabu lalu, dia mengatakan tingkat kehadiran mencapai 93,41 persen.

    "Lebih tinggi dari tahun lalu, yang hanya sekitar 88 persen," ujar Budi saat kunjungan ke Pusat UTBK Universitas Indonesia Salemba di Jakarta.

    Menurutnya, tingginya tingkat kehadiran peserta UTBK tersebut dikarenakan kebijakan terbaru LTMPT yakni peserta yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN tidak diperbolehkan mengikuti UTBK SBMPTN. SNMPTN adalah jalur seleksi yang pertama yang berdasarkan nilai rapor alias tanpa tes. 

    "Sehingga mereka yang sudah diterima di jalur SNMPTN tidak terlanjur mendaftar di SBMPTN," ujar dia sambil menambahkan, usai hari kedua itu, total peserta yang hadir UTBK SBMPTN sebanyak 131.818 dari yang mendaftar sebanyak 141.121 orang.

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Profesor Nizam juga mengatakan pelaksanaan UTBK berjalan lancar. Meskipun, ia tak menampik ada sejumlah kendala yang terjadi. "Misalnya, sempat terjadi insiden kecil seperti mati lampu, namun dengan kerja sama banyak pihak, insiden tersebut bisa teratasi, " kata Nizam.

    Pelaksanaan UTBK juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari pengecekan suhu peserta, penyemprotan disinfektan pada sarana UTBK, dan lainnya. Sempat ada kekhawatiran pelaksanaan UTBK dapat menjadi kluster baru penyebaran Covid-19, tetapi hal itu disebutkan tidak terbukti.

    Pelaksanaan UTBK SBMPTN gelombang pertama dilakukan 12-18 April. Sementara gelombang dua dimulai pada 26-30 April dan 1-2 Mei 2021. Pelaksanaannya di 74 Pusat UTBK. Sedangkan untuk tuna netra terdapat di 51 Pusat UTBK.

    Baca juga:
    UTBK Tahun Ini Tak Ada Ujian Susulan untuk Peserta Positif Covid-19


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.