Lagi, Klaster Takziah Tambah Kasus Covid-19 di Yogya: 34 Positif, 2 Meninggal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes cepat (rapid test) COVID-19. (ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan

    Ilustrasi tes cepat (rapid test) COVID-19. (ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Klaster baru penularan Covid-19 yang bersumber dari aktivitas takziah atau layatan di tengah masyarakat kembali muncul di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jika periode akhir Maret hingga awal April 2021 lalu ada tiga klaster itu di Kabupaten Sleman dan Bantul, terbaru atau pada bulan Ramadan ini klaster yang sama muncul di Kabupaten Gunungkidul.

    "Muncul klaster layatan di Kecamatan Panggang, saat ini sudah 37 orang di-tracing dan yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 34 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, Senin 19 April 2021. 

    Dari 34 orang yang terpapar itu, Dewi menambahkan, dua orang sudah meninggal. Kasus bermula dari kerumunan masyarakat saat melayat seorang warga di salah satu desa di Kecamatan Panggang yang meninggal dan dikuburkan pada akhir Maret.

    Kemunculan klaster takziah itu kemudian terdeteksi sejak Minggu, 18 April 2021, ketika tiba tiba dilaporkan terjadi lonjakan 22 kasus baru dalam sehari. Keesokan harinya, hasil tracing menambah jumlah kasus dari klaster itu sebanyak 12 orang sehingga totalnya menjadi 34.

    Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan hingga 19 April 2021, total kasus kematian Covid-19 di DIY sudah sebanyak 906 orang. Mereka berasal dari 37.150 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari yang sama. Adapun jumlah kasus sembuh sebanyak 31.667 dan sisanya masih menjalani perawatan ataupun isolasi.

    Baca juga:
    Kasus Baru Covid-19 Tak Berubah 9 Minggu , Warga Yogya Diminta Waspadai Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.