Top 3 Tekno Berita Kemarin: Siklon Tropis Melunak dan Dua Tips Teknologi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Siklon Tropis Surigae yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua, Rabu, 14 April 2021. Kredit: ANTARA/HO-BMKG

    Ilustrasi Siklon Tropis Surigae yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua, Rabu, 14 April 2021. Kredit: ANTARA/HO-BMKG

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 19 April 2021, diawali dari berita tentang  Taifun Surigae yang terpantau mulai mengendur pada Minggu malam. Sebelumnya, Surigae sempat mencetak rekor sebagai siklon tropis terkuat yang pernah terjadi pada April di belahan Bumi sebelah utara.

    Berita kedua berisi tips teknologi menghapus data lokasi Google di Android dan Chrome. Tips berlatar data perjalanan bulanan yang dikirimkan oleh Google melalui email. Data tersebut biasanya berisi kota-kota mana saja yang pernah Anda kunjungi, lengkap dengan tempatnya.

    Berita ketiga adalah tips teknologi yang lain. Bukan soal Google tapi terkait pemanfaatan aplikasi perpesanan WhatsApp untuk mengetahui keberadaan pasangan saat sedang tidak bersama--tentu saja secara diam-diam.

    Berikut Top 3 Berita Tekno Kemarin, selengkapnya,

    1. Berita Terkini Siklon Tropis Surigae dari Filipina: Supertaifun Telah Berlalu

    Taifun Surigae terpantau mulai mengendur pada Minggu malam setelah sempat mencetak rekor sebagai siklon tropis terkuat yang pernah terjadi pada April di belahan Bumi sebelah utara. Kekuatan maksimum anginnya turun menjadi 145 mil per jam (233 kilometer per jam), setara badai kategori 4.

    Karena kecepatan angin maksimal telah berada di bawah 150 mil per jam itu pula, Surigae tak lagi diklasifikasi sebagai supertaifun.

    Badai atau siklon tropis yang tumbuh dari Samudera Pasifik di utara Papua itu diperkirakan akan terus melemah menjadi setara badai kategori 3 pada Senin ini menuju Selasa, 19-20 April 2021. Kecepatan anginnya diprediksi sekitar 125 mil per jam.

    2. Tips Teknologi: Menghapus Data Lokasi Google di Android dan Chrome

    Jika memiliki akun Gmail, Anda mungkin pernah mendapatkan data perjalanan bulanan yang dikirimkan oleh Google melalui email. Data tersebut biasanya berisi kota-kota mana saja yang pernah Anda kunjungi, lengkap dengan tempatnya.

    Dikutip Tech Radar, 17 April 2021, saat Google melacak data lokasi Anda, Google dapat menggunakannya untuk memberi tahu aplikasi seperti Google Maps tentang jenis tempat yang rutin Anda kunjungi serta memprediksi lokasi yang mungkin Anda suka dan/atau tertarik untuk dikunjungi. 

    Hal itu memang memberikan keuntungan bagi konsumen tertentu, terutama wisatawan dan penjelajah petualang. Namun, bisa juga menjadi perhatian jika Anda tidak menyukai gagasan perusahaan teknologi yang mengawasi Anda.

    3. Share Berita di WhatsApp Bisa Melacak Keberadaan Pasangan

    Ada kalanya kita ingin mengetahui keberadaan pasangan saat sedang tidak bersama, tetapi enggan dibilang terlalu mengekang jika bertanya secara langsung. Nah, ternyata Anda bisa memanfaatkan aplikasi percakapan WhatsApp untuk melacak keberadaan pasangan tanpa harus takut ketahuan sedang melakukan pelacakan lokasi.

    Bagaimana caranya? Dalam ulasan ini akan dibahas tentang cara melacak lokasi seseorang secara diam-diam menggunakan WhatsApp.

    Cara ini menggunakan prinsip memasang pelacak lokasi di dalam tautan yang dikirim lewat pesan Whatsapp, yang apabila tautan tersebut dibuka maka dapat mengetahui Internet Protocol Address atau IP address pasangan Anda. Dengan IP address ini nantinya bisa digunakan untuk melacak lokasi tanpa harus ketahuan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.