Gunung Merapi Muntahkan 33 Kali Lava Pijar dan Awan Panas 1.800 Meter

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB secara visual Gunung Merapi mengalami dua kali guguran lava pijar. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB secara visual Gunung Merapi mengalami dua kali guguran lava pijar. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat selama periode 18 jam terakhir Gunung Merapi memuntahkan 33 kali guguran lava pijar dan satu kali guguran awan panas.

    Intensitas itu tercatat dalam tiga periode pengawasan Merapi mulai 20 April rentang pukul 12.00-18.00, 18.00-24.00 dan 21 April pada rentang pukul 00.00-06.00 WIB.

    "Awan panas guguran Merapi tanggal 20 April 2021 terjadi pukul 22.51 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 32 milimeter dan durasi 103 detik serta jarak luncur ±1.800 meter ke arah barat daya," ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Rabu, 21 April 2021.

    Gunung Merapi yang statusnya tetap di level III atau Siaga sejak 5 November 2020 itu menyemburkan guguran lava pijar yang terus meningkat secara intens.

    Dimulai dari pengamatan 20 April 2021 pada rentang 12.00-18.00 WIB, tercatat ada delapan kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya.

    Lalu pada periode 18.00-24.00 WIB teramati 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya disertai 14 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter juga ke arah barat daya.

    Pada 21 April 2021 rentang 00.00-06.00 WIB kembali teramati Merapi memuntahkan 11 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 900 meter masih ke arah barat daya.

    BPPTKG belum mencabut rekomendasi bahwa potensi bahaya Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara, yaitu Sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

    Adapun lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif Gunung Merapi dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

    Baca:
    Ada Sesar Ajibarang Dekat Banyumas, Potensi Gempa Magnitudo 6,6


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.