6 Jenis Vaksin Covid-19, Perhatikan Tanda Efek Samping Lainnya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan menerima vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac China setelah ratusan penduduk di distrik tersebut dinyatakan positif mengidap penyakit coronavirus di Bangkok, Thailand, 7 April 2021. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

    Seorang perempuan menerima vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac China setelah ratusan penduduk di distrik tersebut dinyatakan positif mengidap penyakit coronavirus di Bangkok, Thailand, 7 April 2021. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak awal 2021, Indonesia sudah melaksanakan vaksin Covid-19. Target vaksinasi juga dibatasi, yakni mereka berusia 18 sampai 59 tahun dengan catatan tanpa penyakit bawaan dan komorbid. Pengidap penyakit kanker, hipertensi atau diabetes tak dapat jatah vaksin kali ini. Mereka mesti mununggu sampai ditemukan vaksin yang aman untuk usia lanjut pun punya komorbid maupun penyakit diatas.

    Sementara golongan yang belum menerima vaksin cukup menjaga diri dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Begitupun pasien yang sembuh dari Covid-19 tidak diberi vaksin lagi, karena saat masa penyembuhan sudah punya antibodi hingga enam bulan kemudian.

    Dilansir dari situs resmi kementrian kesehatan, secara umum vaksin Covid-19 menimbulkan efek samping ringan dan cepat hilang. Ada 6 jenis vaksin yang dipakai pemerintah, tiap vaksin beda-beda dosis, efektivitas serta efek sampingnya. Berikut penjelasan mengenai jenis dan efek samping vaksin yang ditimbulkan:

    1. Vaksin AstraZeneca. Vaksin ini dibuat dari adenovirus yang direkayasa dengan menambahkan kode genetika virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Peneliti mencatat jenis vaksin ini tidak ada efek samping serius pada semua usia.

    2. Vaksin Pfizer & BioNtech, dikembangkan oleh peneliti dari perusahaan Pfizer yang berbasis di New York dan perusahaan Jerman BioNTech. Diambil dari molekul genetik virus SARS-CoV-2 yang disebut RNA (mRNA). Vaksin jenis ini disebut tidak menimbulkan efek samping yang serius, hanya sekadar kelelahan, demam, dan nyeri otot dalam waktu singkat.

    3. Vaksin Moderna, berasal dari mRNA. Jenis ini diperuntukan bagi kelompok usia 18 sampai 55 tahun. Efek samping vaksin ini bisa menyebabkan demam, menggigil, kelelahan, serta sakit kepala. Selain itu pada bagian yang disuntik bisa menimbulkan sedikit bengkak, kemerahan, dan nyeri yang segera hilang. Paling lama dalam waktu seminggu.

    4. Vaksin Sinopharm. Cara kerja jenis vaksin ini dengan memberikan sistem kekebalan agar membuat antibodi melawan virus corona SARS-CoV-2. Selanjutnya antibodi menempel pada protein virus dan membentuk sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus Corona hidup.

    5. Vaksin yang diproduksi PT Bio Farma. Fasilitas produksinya sudah teruji klinis dibuktikan dengan adanya Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacturing Practice (GMP) yang diserahkan secara resmi oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (Badan POM) kepada pihak Bio Farma.

    6. Vaksin sinovac. Jenis vaksin Covid-19 ini paling banyak dipakai di Indonesia. sebelumnya ppeneliti Brasil mengatakan Sinovac hanya memiliki keefektifan lebih dari 50 persen. Sebaliknya justru di Turki menunjukkan hasil efikasi mencapai 91,25 persen. Adapun efek sampingnya bisa menyebabkan demam, kelelahan, dan sedikit ngilu di badan. Tak perlu khawatir, efek tersebut akan hilang dengan sendirinya

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: Vaksin Covid-19, Johnson Johnson Kembali Distribusikan di Eropa


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.