Instagram Rilis Fitur Baru Cegah Ujaran Kebencian dan Pelecehan Online

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Instagram. Kredit: TechCrunch

    Logo Instagram. Kredit: TechCrunch

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial berbasis gambar, Instagram, meluncurkan fitur baru mencegah ujaran kebencian dan pelecehan online. Fitur ini membantu mencegah pengguna melihat pesan yang mungkin menyinggung dengan memfilter kata, frasa, bahkan emoji.

    Dikutip dari Reuters, Rabu 21 April 2021, Instagram sebelumnya mengumumkan akan mempersulit pengguna yang diblokir oleh pengguna lain. Selain itu, perusahaan juga telah mendorong upayanya mengatasi ujaran kebencian dan bentuk pelecehan online di platformnya.

    Aplikasi media sosial besutan Facebook itu meningkatkan upayanya melawan penyalahgunaan online karena mayoritas basis penggunanya adalah remaja dan dewasa muda. Filter baru ini dapat diaktifkan dengan masuk ke pengaturan privasi di aplikasi.

    Pengguna juga dapat menambahkan kata, frasa, dan emoji yang disesuaikan ke filter yang ingin mereka hindari atau blokir agar tidak diterima dalam permintaan pesan mereka. Dan, dapat menggunakan kebijaksanaan mereka untuk melaporkan, menghapus, bahkan membuka pesan, yang akan diurutkan ke dalam folder permintaan tersembunyi. 

    Saat ini, fitur tersebut hanya berlaku untuk permintaan pesan langsung dan bukan di kotak masuk itu sendiri. Sesuai pernyataan resmi perusahaan, peluncuran di beberapa negara baru akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang, .

    Pada saat itu, semua pengguna juga akan memiliki opsi untuk sepenuhnya memblokir orang agar tidak menghubungi mereka di Instagram.

    REUTERS | GIZMOCHINA

    Baca juga:
    Apple Luncurkan iMac dan iPad Pro dengan Chip M1


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.