Terjadi Kerumunan Gempa di Danau Toba, Sebab Aktivitas Vulkanik?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. abcnews.com

    Ilustrasi gempa. abcnews.com

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, tidak panik dan khawatir dengan fenomena kerumunan gempa yang terdeteksi sedang terjadi. BMKG telah mencatat setidaknya 63 kali gempa lemah dari balik Danau Toba sejak 23 Januari hingga 20 April 2021.

    Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, menyatakan gempa swarm bukan sekali ini terjadi di Indonesia. Beberapa fenomenanya pernah terjadi beberapa kali, di antaranya di Klangon, Madiun pada Juni 2015; Jailolo, Halmahera Barat pada Desember 2015; dan Mamasa, Sulawesi Barat saat November 2018.

    Pada beberapa kasus gempa kerumunan, Daryono menambahkan, gempa banyak terjadi karena proses-proses kegunungapian atau vulkanik. "Hanya sedikit diakibatkan oleh aktivitas tektonik murni," ujarnya.

    Gempa swarm vulkanik terjadi karena adanya gerakan fluida magmatik yang mendesak dengan tekanan ke atas dan ke samping tubuh gunung melalui saluran magma atau bagian yang lemah berupa retakan dan patahan dari suatu gunung.

    Selain berkaitan dengan kawasan gunung api, beberapa laporan menunjukkan bahwa aktivitas swarm juga dapat terjadi di kawasan nonvulkanik. Swarm juga dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh sehingga mudah terjadi retakan.

    "Fenomena gempa swarm di Samosir ini tentu sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut dan menjadi tantangan bagi para ahli kebumian kita untuk mengungkap penyebab sesungguhnya," kata Daryono.

    Wisawatan menikmati pemandangan Danau Toba dari kawasan The Kaldera Toba Nomadic Escape di Pardamean Sibisa, Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, 22 Februari 2021. Hamparan air Danau bewarna biru menjadi pemandangan apik saat berkunjung ke Tanah Batak. Pohon pinus yang menjulang tinggi menambah segarnya udara di sekitarnya. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    Dia mengakui, tergolong jarang terjadi, dampak gempa swarm jika kekuatannya cukup signifikan dan guncangannya sering dirasakan dapat meresahkan masyarakat. Namun dia menegaskan bahwa dari berbagai kasus di berbagai wilayah, dampaknya tidak membahayakan jika bangunan rumah di zona swarm tersebut memiliki struktur yang kuat.

    Adapun dari Danau Toba, sebuah danau kaldera gunung api purba, jaringan seismograf BMKG mencatat kekuatan gempa terkecil bermagnitudo 0,8 dengan kedalaman 2 kilometer pada 19 April 2021. Sedangkan gempa dengan magnitudo terbesar mencapai 3,9 yang terjadi pada 15 Maret 2021 dengan kedalaman 5 kilometer.

    "Gempa ini sempat dirasakan sebagai guncangan lemah oleh warga Samosir dalam skala intensitas II MMI," katanya lewat keterangan tertulis Rabu, 21 April 2021.

    Baca berita sebelumnya:
    Gempa Lagi dari Bawah Danau Toba, Kedua Sepanjang Maret


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.