5 Aplikasi Belajar Online Populer untuk Siswa, Berbayar Hingga Gratis

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online didampingi ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Menurut Okta selaku orang tua, sewaktu ia harus mencari nafkah ia juga harus sambil membimbing anaknya belajar di tempatnya berjualan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online didampingi ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Menurut Okta selaku orang tua, sewaktu ia harus mencari nafkah ia juga harus sambil membimbing anaknya belajar di tempatnya berjualan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama pandemi, aktivitas belajar mengajar mengandalkan aplikasi belajar online. Ada banyak layanan aplikasi semacam ini, mulai yang berbayar hingga gratis.

    Pembagian kategori aplikasi belajar online terbagi dua macam yakni untuk siswa dan guru disebut Learning Management System (LMS). LMS adalah aplikasi online yang digunakan untuk program pembelajaran elektronik (e-learning program), satu lagi Massive Online Open Source (MOOC) belajar online ditujukan untuk siapa pun yang ingin belajar dan berpartisipasi tanpa ada batasan apa pun.

    Berikut ini nama-nama aplikasi belajar online yang bisa diketahui:

    1. Zenius

    Aplikasi belajar dari berating 4,6  ini,menyediakan materi belajar dari jenjang pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Belajar dengan aplikasi ini bisa diakses melalui dua cara yakni android dengan unduh aplikasinya di Playstore atau melalui website di www.zenius.net.

    Pertama kali aplikasi ini diresmikan pada 2007, dipenuhi kumpulan materi belajar dalam bentuk video, e-book dan kumpulan soal-soal Ujian Nasional. Kebanyak informasi dari para pengguna, bahwa aplikasi Zenius ini jadi rekomendasi siswa akan materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dengan materinya lebih dibahas mendalam.

    Selain gratis, di dalam aplikasi ini pengguna bisa mengunduh video pembelajaran, dilengkapi kurikulum setiap jenjang pendidikan. Namun hasil visualisasi video tidak terlalu jernih, ada beberapa video pembelajaran yang tidak bisa diunduh tapi tidak masalah karena  menggunaka Zenius lebih irit kuota Internet.

    1. Rumah Belajar

    Aplikasi belajar online Rumah Belajar ini merupakan aplikasi yang terafiliasi bersama Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan (Kemendikbud).  Aplikasi belajar ini disertai berbagai materi pembelajaran yang bisa menggunakan gunakan Buku Sekolah Elektronik (BSE).

    Kehadiran  BSE membantu  pelajar jika tidak punya buku fisiknya mata pelajaran, selain itu materi di dalam aplikasi Rumah Belajar ini dikemas secara interaktif  dalam video, audio, gambar, dan animasi misalnya saja  fitur ‘Laboratorium Maya’, fitur ini menyajikan model praktikum simulasi siswa yang hendak melaksanakan praktikum laiknya laboratorium, difasilitasi juga lembar kerja siswa dan teori praktikumnya.

    Rumah Belajar sendiri resmi diluncurkan pada 15 Juli 2011 lalu, punya berbagai materi dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) juga dibekali bank soal yang berisi kumpulan soal dan materi evaluasi siswa.

    Walaupun demikian aplikasi belajar online ini tidak luput dari kekurangan seperti ada beberapa materi yang tidak lengkap  sebagai sumber media pembelajaran. Fitur Laboratorium Mayanya masih terbatas.

    1. Ruangguru 

    Aplikasi belajar online sati ini menyajikan kurikulum nsional, yang diajarkan langsung oleh para guru dari Ruangguru. Sesi sekolah online yang sudah selesai bisa diputar ulang. Selain itu, pengguna dapat mengerjakan soal di fitur Bank Soal dan TryOut secara gratis.

    Pengguna aplikasi ini terbuka bagi siapa saja, tersedia banyak materi muali jenjang pendidikan Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Kelebihan dari aplikasi belajar online ini setiap video kegiatan pembelajaran dapat diunduh, sehingga membantu peljar mengulang kembali materi yang dijelaskan oleh guru dari Ruangguru.

    Materi pembelajaran yang disampaikan sangat interaktif, ditambah lagi kualitas grafis visualnya sangat baik. Namun seiring tingginya kualitas grafis visualnya lumayan menguras penggunaan kuota internet.

    1. Quipper

    Aplikasi belajar online Quipper ini menjadi berbeda seban adanya fasilitas fitur yang dinamai QLink ditujukan sebagai Portal Guru, ada QLearn ditujukan Portal Siswa, juga Portal pembuatan konten.

    Quipper memiliki materi belajar pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dilengkapi dengan Learning Management System, guru sebagai fasilitator memiliki peranuntuk menyusun materi, melakukan ujian dan tes juga memantau perkembangan siswa. Begitu sebaliknya para murid, ikuti pembelajar, siapkan pekerjaan rumah, serta ikuti  tes atau ujian secara online.

    Pada beberpa mata pelajaran Ilmu Pengatahuan Sosial (IPS), Quipper sangat baik, namun materi Ilmu Pengetahuan Alam tidak sebanyak materi IPS. Karena pemebelajran via daring, durasi video belajar di Quipper termasuk cukup panjang sehingga banyak gunakan kuota internet. Tidak banyak pembahasan tentang penurunan rumus di mata pelajaran matematika dan fisika.

    1. Pahamify

    Mematangkan diri untuk mengikuti ujian komputer, persiapan masuk perguruan tinggi menjadi fitur andalan yang disiaapkan oleh Pahamify.

    Terdapat banyak kumpulan materi-materi ujian di dalam aplikasi belajar online ini, mulai dari Sosial Humaniora (Soshum) sampai Sains dan Teknologi (Saintek). Ujian jalur SBMPTN, ujian mandiri, tersedia pula dan bisa diakses lewat aplikasi ini.

    TIKA AYU

    Baca: Nadiem Siapkan Rp 7,2 Triliun Untuk Bantuan Kuota Belajar Online


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.