Jangan Dibuang, Ampas Kopi Bisa Jadi Bahan Biodiesel

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ampas kopi (tabloidbintang.com)

    Ampas kopi (tabloidbintang.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Minuman kopi akan menyisakan ampas. Ternyata ampas kopi punya manfaat jika penggunaanya tepat. Ampas kopi merupakan hasil dari biji kopi yang telah digunakan, dengan tektur yang serupa bubuk kopi pertamanya. Perbedaan mencolok antara bubuk kopi dan ampas kopi terletak di aroma, kekentalan hingga warnanya.

    Ampas kopi diketahui memiliki kandungan seperti yang dijelaskan dalam Jurnal Biologi Universitas Diponegoro, seperti nitrogen 1,2 persen, fosfor 0,02 persen, kalium 0,35 persen. Berikut ini merupakan beberapa daftar manfaat ampas kopi, mulai dari langsung pakai hingga harus melewati beberapa pengolahan sehingga layak guna kembali.

    Pertama di gunakan sebagai pupuk organik, penelitian yang dipublikasi pada Jurnal Universitas Slamet Riyadi menjelasakn manfaat ampas kopi untuk pupuk organik tanaman hias, karena menurutnya ampas kopi mengandung magnesium, sulfur, dan kalsium yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.

    Selain itu salah satu tumbuhan yang memiliki tingkat toleransi baik terhadap pemupukan ampas kopi yakni selada. Penelitian ini dilakukan Universitas Diponegoro dalam jurnalnya yang menjelaskan kafein di dalam ampas kopi termasuk dalam golongan senyawa alkaloid yang bersifat basa dan mengandung nitrogen.

    Ampas kopi dapat  menghasilkan jumlah nitrogen dalam tanaman sangat krusial bagi aktivitas  fotosintesis karena  jumlah klorofil yang bertambah banyak. Selain klorofil, peran nitrogen juga membentuk protoplasma, protein, dan asam nukleat. Saat aktivitas fotosintesis pada tumbuhan terjadi, nitrogen yang menjalankan peran merangsang auksin yang mana berperan sebagai penumbuh aringan meristem apical yang membuat tanaman semakin bertambah tinggi.

    Kedua, ampas kopi untuk membuat dompet. Manfaat ini merujuk konsep simple product-recycled product-eco friendly yaitu dompet dengan desain sedehana, simpel mengggunakan material daur ulang yang ramah lingkungan, yang tidak lain berbahan dasar ampas kopi.

    Penelitian ini dilakukan di Universitas Pelita Harapan, dalam publikasi Jurnal Strategi Desain dan Inovasi Sosial, dijelaskan hasil terbaik membuat dompet dari sifat dan karakteristik dari komposit limbah ampas kopi diperoleh dengan komposisi 40 ml air, 45 persen gliserol, 7 gram gelatin, 7 persen alginat dari gelatin dan 1 lembar kain kasa  berat 0,5 gram.  Hasilnya 1 lembar kain kasa membantu tingkat elektisitas untuk ditekuk dan dilipat selaiknya dompet dan proses penjahitanya jadi mudah.

    Ketiga, manfaatnya jadi biodiesel. Penelitian ini dilakukan oleh Universitas Teknologi Bandung dengan menggunakan ektraksi minyak dari ampas kopi. Dalam penelitian tersebut, untuk dapatkan ekstraksi minyak dari ampas kopi dengan metode Soxhlet, menggunakan petroleum eter sebagai pelarut Reaksi transesterifikasi antara minyak ampas kopi dan metanol dengan katalis NaOH jadilah ektrasi biodesel.

    Dari serangkaian penelitian tersebut ditemukan, hasil analisis ASTM biodiesel minyak ampas kopi yang dihasilkan telah memenuhi standar sebagai bahan bakar mesin diesel sebab biodiesel minyak ampas kopi memiliki kestabilan oksidasi lebih tinggi dengan kandungan metil ester jenuh yang lebih tinggi serta bilangan peroksida lebih rendah dibanding minyak sawit.

    TIKA AYU

    Baca: Ada Sabun dari Olahan Ampas Kopi Tetap Harum dan Kurangi Sampah



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.