Peneliti Jepang Kembangkan Tes Covid-19 Hanya 5 Menit

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melakukan swab nasofaring antigen pada pengendara dari luar kota saat operasi PPKM mikro di exit tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jelang libur Imlek, Kamis, 11 Februari 2021. Pengendara kendaraan dari luar kota akan di tes cepat antigen di tempat jika tidak memiliki surat keterangan negatif swab antigen atau PCR. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas kesehatan melakukan swab nasofaring antigen pada pengendara dari luar kota saat operasi PPKM mikro di exit tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jelang libur Imlek, Kamis, 11 Februari 2021. Pengendara kendaraan dari luar kota akan di tes cepat antigen di tempat jika tidak memiliki surat keterangan negatif swab antigen atau PCR. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Tokyo - Para peneliti Jepang dari lembaga penelitian Riken, Universitas Tokyo, dan sejumlah pihak lainnya mengatakan telah mengembangkan sebuah metode pengujian Covid-19 yang mampu menyajikan hasil dalam waktu lima menit, demikian dilaporkan media lokal pada Selasa, 20 April 2021.

    Metode baru tersebut melibatkan penempatan sampel virus pada piring kaca khusus yang melewati proses micro-forming dengan 1 juta lekukan per sentimeter persegi, yang berfungsi sebagai ruang uji mikro.

    Setiap ruang uji mikro mengandung reagen dan ketika sampel mengandung asam ribonukleat (RNA) virus corona baru, ruang tersebut akan menghasilkan cahaya.

    Lembaga penyiaran publik Jepang, NHK, mengatakan tes tersebut berbeda dengan tes polymerase chain reaction (PCR) standar karena metode cepat baru itu tidak memerlukan proses penguatan RNA virus corona, sebab ruang uji mikro tersebut mampu mendeteksi bahkan hanya satu virus mikroskopis.

    Pendekatan baru tersebut tidak seperti tes PCR standar yang membutuhkan waktu satu jam atau lebih. Hasil tes Covid-19 yang menggunakan metode dan teknologi baru itu dapat diketahui dalam waktu kurang dari lima menit, kata para peneliti. 

    Mengutip Rikiya Watanabe, salah satu ilmuwan senior di Riken, NHK menyebutkan bahwa metode baru pendeteksian virus tersebut tidak memerlukan prosedur yang rumit.

    Watanabe mengatakan bahwa setelah dikomersialkan, metode baru itu dapat digunakan untuk memindai pembawa virus dengan cepat di fasilitas medis. 

    Menurut para peneliti, tes cepat Covid-19 tersebut ditargetkan untuk dapat tersedia secara komersial dalam beberapa tahun mendatang.

    XINHUA | ANTARA

    Baca:
    Ini Sebab Singapura Bergerak Cari Kapal Selam KRI Nanggala


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.