Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bencana Cuaca Ekstrem, Mulai Puting Beliung sampai La Nina

Reporter

image-gnews
Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri
Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca ekstrem merupakan kejadian cuaca yang tidak normal, tidak lazim, dan dapat mengakibatkan kerugian, terutama keselamatan jiwa dan harta. Cuaca ekstrem dapat terjadi di darat maupun laut, disertai ancaman-ancaman bahaya.

Cuaca ekstrem yang terjadi di darat meliputi angin puting beliung, angin kencang, hujan lebat, hujan lebat yang disertai angin kencang atau petir, hujan es, jarak pandang mendatar ekstrem atau suhu udara ekstrem.

Sedang cuaca ekstrim yang terjadi di laut meliputi siklon tropis, angin kencang, waterspout, gelombang laut ekstrim, gelombang pasang, hujan hebat, hujan lebat yang disertai angin kencang dan atau petir, atau jarak pandang mendatar ekstrem.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan cuaca ekstrim berdasarkan fenomena gejala fisis dan dinamis atmosfer sesuai dengan skala meteorologi yang meliputi:

  • Skala lokal: terjadi pada periode 1 menit sampai 1 jam dengan jarak 1 km hingga 100 km.
  • Skala synopik (regional): terjadi pada periode 1 hari sampai 1 minggu dengan jarak 100 km hingga 5000 km.
  • Skala planetary (global): terjadi pada periode 1 minggu dengan jarak 1000 km hingga 40.000 km.

Pada Januari 2021 lalu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, terdapat enam fenomena iklim penyebab cuaca ekstrem. Di antaranya fenomena La Nina, fenomena angin Monsun Asia, fenomena Madden-Jullian Oscillation, fenomena Kelvin dan Rossby, fenomena menghangatnya suhu permukaan air laut dan fenomena bibit siklon.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

DELFI ANA HARAHAP

Baca: Berita Terkini Siklon Tropis Surigae: Dampak Cuaca Ekstrem Tersisa di Laut

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gelombang Panas Sebabkan Tingkat Kematian yang Tinggi di Italia Selatan

3 jam lalu

Seorang wanita tunawisma yang tidak mau disebutkan namanya berlindung dari matahari dengan payung saat dia duduk di dekat stasiun kereta Termini selama gelombang panas melintasi Italia di Roma, Italia 21 Juli 2023. REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Gelombang Panas Sebabkan Tingkat Kematian yang Tinggi di Italia Selatan

Kementerian Kesehatan Italia mencatat dampak gelombang panas terhadap angka kematian Juli 2023 dibandingkan periode yang sama dari 2015 hingga 2019.


Peserta Jambore RI Dievakuasi Besok imbas Cuaca Ekstrem Korea Selatan

8 jam lalu

Seorang peserta menerima perawatan medis di Rumah Sakit Jambore selama Jambore Pramuka Dunia ke-25 di Buan, Korea Selatan, 4 Agustus 2023. Acara Jambore Pramuka Dunia bertepatan dengan peringatan panas tingkat tertinggi oleh pemerintah dalam empat tahun, karena suhu di beberapa bagian negara melebihi 38 derajat. REUTERS/Kim Hong-Ji
Peserta Jambore RI Dievakuasi Besok imbas Cuaca Ekstrem Korea Selatan

Rencana pemindahan kontingen ini lebih cepat dari rencana awal menyusul cuaca ekstrem dan ancaman taifun khanun yang bergerak menuju area acara tersebut.


Cuaca Panas Esktrem Landa Korea, Pramuka: Jambore Dunia dalam Batas Aman

12 jam lalu

Seorang warga mengambil gambar lokasi perkemahan Jambore Pramuka Dunia ke-25 di Buan, Korea Selatan, 4 Agustus 2023. REUTERS/Kim Hong-Ji
Cuaca Panas Esktrem Landa Korea, Pramuka: Jambore Dunia dalam Batas Aman

Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan masih dalam batas aman untuk bisa diikuti meski cuaca panas ekstrem melanda Korea Selatan.


Tak Hanya Basarnas, Ini Lembaga Nonkementerian yang Dipimpin Militer

3 hari lalu

Kantor Basarnas. Google
Tak Hanya Basarnas, Ini Lembaga Nonkementerian yang Dipimpin Militer

Selain Basarnas, beberapa lembaga nonkementerian dipimpin oleh militer. Siapa saja lembaga tersebut?


Menelisik Definisi Kelaparan dan Ketahui Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Oleh Tubuh

4 hari lalu

Kementerian Sosial mengirimkan sejumlah bantuan logistik bai warga Papua yang terdampak kekeringan dan kelaparan di Posko Penanganan Bencana di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. FOTO/Kemensos.go.id
Menelisik Definisi Kelaparan dan Ketahui Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Oleh Tubuh

Kelaparan dapat menjadi kronis ketika orang tersebut tidak mengonsumsi kalori (energi makanan) dalam jumlah yang cukup secara teratur


Berbagai Cara Menjangkau Titik Kelaparan di Papua Tengah

5 hari lalu

Salju turun di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah yang merupakan wilayah operasional PT Freeport, Minggu, 24 Juli 2023. (ANTARA/HO/Dokumen Pribadi)
Berbagai Cara Menjangkau Titik Kelaparan di Papua Tengah

Ma'ruf Amin berujar ia memimpin rapat koordinasi penanganan kekeringan dan kelaparan di Papua Tengah.


Iran Dilanda Panas Ekstrem, Umumkan Libur Selama Dua Hari

5 hari lalu

Ilustrasi bendera Iran di IAEA. Sumber: REUTERS/Leonhard Foeger/usnews.com
Iran Dilanda Panas Ekstrem, Umumkan Libur Selama Dua Hari

Cuaca ekstrem melanda sejumlah negara termasuk Iran. Suhu panas membuat negara itu menerapkan libur selama dua hari.


BNPB Gelar ARDEX 2023, Simulasi Penanganan Bencana Tingkat Asia Tenggara

5 hari lalu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan AHA Centre, menggelar Asean Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX-2023) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa, 1 Agustus 2023. (BNPB)
BNPB Gelar ARDEX 2023, Simulasi Penanganan Bencana Tingkat Asia Tenggara

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan ARDEX kali ini diikuti oleh peserta dari negara yang berada di wilayah Asia Tenggara.


Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, Suhu Diprediksi Bisa Tembus 50 Derajat

6 hari lalu

Seorang anak bermain dengan salju yang turun di wahana Snow City di Mall Al Othaim, Riyadh, Arab Saudi, 26 Juli 2016. Negara Arab memiliki iklim gurun yang panas. REUTERS/Faisal Al Nasser
Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, Suhu Diprediksi Bisa Tembus 50 Derajat

Arab Saudi dilanda cuaca ekstrem. Suhu panas bakal tembus 50 derajat celsius.


Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 95B, Banjir Pesisir dan Gelombang 6 Meter

6 hari lalu

Ilustrasi Siklon Tropis. bmkg.go.id
Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 95B, Banjir Pesisir dan Gelombang 6 Meter

BMKG memprediksi potensi bibit siklon 95B untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah.