Operasi Kembar Dempet, Bayi Hasna dan Husna Tinggalkan Rumah Sakit Hari Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi Hasna, 8 bulan, di ruang perawatan khusus anak RS Hasan Sadikin Bandung setelah dipisahkan dari saudari kembarnya Husna, Kamis, 8 April 2021. (Dok.RSHS)

    Bayi Hasna, 8 bulan, di ruang perawatan khusus anak RS Hasan Sadikin Bandung setelah dipisahkan dari saudari kembarnya Husna, Kamis, 8 April 2021. (Dok.RSHS)

    TEMPO.CO, Bandung - Setelah menjalani operasi pemisahan, mantan bayi kembar dempet perempuan Hasna dan Husna dipulangkan dari Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jumat 30 April 2021. Kedua bayi berusia 8 bulan asal Kuningan, Jawa Barat, itu masih diharuskan menjalani program rehabilitasi  medik dan asuhan tumbuh kembang anak.

    Operasi pemisahan kedua bayi kembar itu telah digelar pada 7 April 2021. Hasna dan Husna mengalami kondisi dempet di tulang dada dan dempet di organ liver. Selain itu ditemukan pula kelainan berupa selaput jantung keduanya yang hanya satu. Sedangkan organ-organ lainnya independen. 

    Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSHS Bandung, Dikky Drajat, mengatakan, tim yang menangani kembar siam Hasna Husna terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan berasal dari berbagai unit. Dokter yang terlibat diantaranya dokter bedah plastik yang merancang sayatan agar penutupan luka akan lebih baik.

    Tugas dokter bedah thorax yang memisahkan selaput jantung. Adapun kondisi jantung kedua bayi dinyatakan normal. Kemudian dokter bedah anak bekerja memisahkan liver. “Didapati pembuluh darah besar yang melintang namun berhasil  diatasi,” kata Dikky lewat keterangan tertulis, Jumat 30 April 2021.

    Waktu pemisahan kedua bayi itu memakan waktu sekitar 5 sampai 6 jam. Setelah terpisah, salah satu bayi dipindahkan ke kamar operasi yang lain. Setelah itu dilakukan rekonstruksi.

    Pasca operasi pemisahan, keduanya menjalani perawatan di ruang PICU dengan ditangani secara intensif oleh Tim Pediatric ICU. Operasi ini ikut ditangani tim dokter anestesi atau pembiusan, farmasi, rehabilitasi medik dan lain-lain.

    Dikky mengatakan sempat ada kendala pada bayi Hasna yaitu terjadi obstruksi usus atau hambatan usus pasca operasi. “Sehingga pada bayi Hasna dilakukan operasi lagi,” katanya. Setelah itu, kondisi kedua bayi kembar ini dikatakannya berjalan dan berkembang dengan baik sehingga pasien dinilai telah bisa untuk dirawat di rumah.

    Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi dan para direksi menyerahkan bayi kembar Hasna dan Husna kepada Bupati Kuningan Acep Permana. “Semoga Hasna-Husna menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas,” kata Nina. 

    Baca juga:
    Mungkin Tenggelamkan KRI Nanggala-042, Ini Fakta-fakta Gelmbang Bawah Laut


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H