Penentuan Idul Fitri 1 Syawal, BMKG Pantau Bulan Dua Hari

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat pemantauan Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali, Selasa 11 Mei 2021. Pemantauan Hilal dilakukan di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menentukan 1 Syawal 1442 Hijriah. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Petugas mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat pemantauan Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali, Selasa 11 Mei 2021. Pemantauan Hilal dilakukan di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menentukan 1 Syawal 1442 Hijriah. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Bandung - Tim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati datangnya bulan baru untuk bahan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal oleh pemerintah. Pemantauan dilakukan selama dua hari pada 11-12 Mei 2021.

    Menurut Kepala Stasiun Geofisika BMKG di Bandung, Teguh Rahayu, pengamatan hilal atau bulan hari ini, 11 Mei 2021, dilakukan di menara sebuah SMA di Subang, Jawa Barat.

    Adapun pengamatan pada hari kedua atau 12 Mei akan berlangsung di Stasiun Geofisika Bandung. “Hari ini (ketinggian hilal) masih minus,” katanya, Selasa 11 Mei 2021.

    Ketinggian hilal dari pengamatan di menara SMA di Subang itu pada 11 Mei  adalah -4,34 derajat. Sementara esoknya pada 12 Mei di Stasiun Geofisika Bandung, ketinggian bulan 5,38 derajat .

    Tinggi hilal atau bulan yang positif berarti posisinya berada di atas horison saat matahari terbenam, dan sebaliknya. Ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 11 Mei 2021 berkisar antara -5,61 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan -4,37 derajat di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

    Adapun ketinggian hilal atau bulan di Indonesia saat matahari terbenam pada 12 Mei 2021 berkisar antara 4,48 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 6,05 derajat di Sabang, Aceh.

    BMKG membantah telah menetapkan waktu 1 Syawal 1442 Hijriah. Alasannya karena penetapan itu wewenang Kementerian Agama dalam sidang itsbat pada 11 Mei 2021. Menurut Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono, pengamatan pada 11 Mei 2021 sejak sore hingga malam tidak mungkin melihat hilal. 

    “Karena konjungsi atau ijtimak hilal belum terjadi dan ketinggian hilal masih negatif atau minus,” katanya lewat siaran pers BMKG. Adapun potensi terlihatnya hilal pada pengamatan 12 Mei 2021, kemungkinannya antara sedang hingga besar.

    Baca:
    Bocoran Ungkap iPhone 13 Akan Sedikit Lebih Tebal dan Punya Kamera Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.