India Hadapi Infeksi Jamur Hitam Mematikan di Tengah Krisis Covid-19

Seorang pekerja medis merawat pasien yang menderita penyakit virus corona (Covid-19), di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Yatharth di Noida, di pinggiran New Delhi, India, 15 September 2020.[REUTERS / Adnan Abidi]

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika India masih bergulat dengan gelombang kedua pandemi Covid-19, pakar di negara itu memperingatkan kasus infeksi jamur hitam yang dapat menyerang otak dan menyebabkan kematian. Infeksi jamur yang juga dikenal sebagai Mucormycosis ini ditemui pada pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit di beberapa negara bagian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan, Mucormycosis adalah kasus jarang infeksi jamur yang serius. Penyebabnya adalah jenis jamur mucormycetes yang bisa hidup di tanah dan pepohonan. Jika sistem imun tubuh kita normal, sporanya yang mungkin terhirup bukanlah ancaman besar.

Tapi, beda kasusnya jika kekebalan tubuh sedang merosot karena aneka sebab. "Infeksi ini mungkin terjadi, bukan hanya pada hidung atau paru, tapi juga pada kulit setelah cedera atau dalam beberapa kasus mempengaruhi otak,” bunyi keterangan CDC seperti dikutip CNBC, Selasa, 11 Mei 2021.

Jadi, infeksi jamur ini merupakan kondisi yang terpisah dari Covid-19. Selama ini, lebih sering terjadi pada penderita diabetes atau kanker yang mengharuskannya mengkonsumsi steroid atau pengobatan yang menurunkan kekebalan tubuh mereka.

Para peneliti yang memeriksa mucormycosis di India menemukan bahwa kasus kejadiannya 54-76 persen pada penderita diabetes dengan tingkat kematian sekitar 50 persen--bergantung kondisi yang mendasari, jenis jamur, dan bagian tubuh yang terinfeksi. Data resmi masih langka karena kurangnya studi berbasis populasi, tapi beberapa peneliti memperkirakan prevalensi mucormycosis sekitar 70 kali lebih tinggi di negara itu daripada negara lain di dunia.

Belakangan, Dewan Riset Medis India (ICMR) mengungkapkan, pasien Covid-19 yang telah lama berada di unit perawatan intensif juga dapat berisiko infeksi jamur itu. Banyak pasien yang parah di India dirawat dengan kortikosteroid seperti dexametashone, obat anti-inflamasi yang juga mengurangi kemampuan sistem kekebalan tubuh.

Pada pasien Covid-19, pengobatan seperti itu untuk menekan apa yang disebut badai sitokin. Tapi, eksesnya, mereka lebih rentan terinfeksi penyakit lain, termasuk oleh Mucormycosis. 

ICMR mengeluarkan peringatan pada akhir pekan lalu yang mendesak dokter dan pasien untuk memperhatikan gejala awal infeksi jamur itu. Daftarnya cukup panjang, seperti hidung yang mampet dan berdarah, sakit wajah satu sisi, mati rasa atau bengkak, sakit gigi dan gigi longgar, penglihatan kabur atau ganda, kemerahan di sekitar mata, demam, serta nyeri dada. 

Pilihan pengobatannya termasuk terapi antijamur, mengurangi atau menghentikan steroid dan obat lain yang menekan sistem kekebalan sementara pada kasus yang lebih parah. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat semua jaringan nekrotik dari tubuh. "Jika terlambat ditangani dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti kehilangan penglihatan, serta kematian." 

Raghuraj Hegde, seorang dokter bedah mata di Bengaluru, India bagian selatan, mengaku telah melihat 19 kasusnya sepanjang akhir April dan awal Mei ini. Di Rumah Sakit Sion Mumbai, kasus yang sama telah dilaporkan dialami pada 24 pasien Covid-19 selama dua bulan terakhir. "Saya biasanya hanya mendapati 1-2 kasus ini setiap tahun selama lebih dari 10 tahun saya berpraktik di Bengaluru," kata Raghuraj.

Para pakar menduga efek perawatan dengan obat steroid seperti dexamethasone untuk kasus gejala parah Covid-19 yang menekan sistem imun tubuh mungkin meningkatkan risiko mucormycosis. Ini terutama untuk pasien yang disertai komorbid diabetes.

"Ketika sistem imun Anda tak mampu mengendalikannya, infeksi jamur itu akan menginvasi otak di mana ini akan berkembang menjadi masalah dan sangat, sangat serius," kata Peter Collignon, anggota komite pakar untuk penyakit menular dan resistensi antibiotik di Badan Kesehatan Dunia atau WHO

CNBC | NEWSCIENTIST

Baca juga:
Krisis Covid-19 India: Begini Kotoran dan Urine Sapi Diyakini Bisa Melindungi






Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

54 menit lalu

Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

Kementerian Dalam Negeri RI berharapan pengesahan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) Kabupaten Kota Sehat bisa dirampungkan pada tahun ini


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

13 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Jet Tempur Sukhoi di India Tabrakan, 1 Pilot Tewas dan 2 Selamat

17 jam lalu

Jet Tempur Sukhoi di India Tabrakan, 1 Pilot Tewas dan 2 Selamat

Pilot Angkatan Udara India tewas saat pesawatnya tabrakan di udara ketika sedang menjalani latihan.


Pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 India Jatuh

20 jam lalu

Pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 India Jatuh

Sebuah pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 milik Angkatan Udara India jatuh di dekat Morena, Madhya Pradesh


Mengenal Gautam Adani, Orang Terkaya Asia yang Sahamnya Tiba-tiba Anjlok

21 jam lalu

Mengenal Gautam Adani, Orang Terkaya Asia yang Sahamnya Tiba-tiba Anjlok

Gautam Adani menjadi miliarder dan orang terkaya di Asia. Namanya menarik perhatian ketika nilai sahamnya terjun bebas.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

1 hari lalu

Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

Ketahanan pangan mengancam masa depan di perkotaan telah terjadi saat ini akibat pertumbuhan urbanisasi signifikan di Asia-Pasifik. Ini penjelasannya.