Lupa Diencerkan, Vaksin Covid-19 Setara 6 Dosis Disuntikkan ke Wanita di Italia

Petugas medis menunjukan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech COVID-19. Badan Obat Norwegia (NMA) mengatakan hasil otopsi terhadap 13 jenazah menunjukkan bahwa efek samping umum vaksin covid-19 REUTERS/Andreas Gebert

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang wanita di Italia secara tidak sengaja menerima enam dosis vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech sekaligus. Namun, wanita berusia 23 tahun itu dilaporkan tidak mengalami efek samping yang serius dari overdosis vaksin.

Kecelakaan itu terjadi pada Minggu, 9 Mei 2021, di Rumah Sakit Noa di Tuscany, Italia. Perawat yang menjadi vaksinator keliru menyuntik wanita itu dengan seluruh isi botol vaksin Pfizer-BioNTech, yang berisi enam dosis. 

Kesalahan terjadi karena perawat mengira bahwa botol yang dia suntik telah menjalani langkah pengenceran yang diperlukan—sebelum vaksin dapat diberikan. Masing-masing dari enam dosis diambil dari botol aslinya dan dimasukkan ke dalam botol baru, di mana dosisnya diencerkan.

"Dia mengira pengenceran telah terjadi. Itu adalah cairan transparan dengan kepadatan yang sama. Sayangnya, ini berkontribusi pada kesalahan,” ujar Tommaso Bellandi, direktur keamanan pasien untuk otoritas kesehatan Tuscany, seperti dikutip Live Science, Selasa, 11 Mei 2021.

Perawat segera menyadari kesalahannya, dan pasien dimonitor selama 24 jam di rumah sakit. Dia diberi cairan dan obat penurun demam sebagai tindakan pencegahan.  

Satu-satunya efek samping yang dialami wanita itu adalah rasa sakit di bagian tempat suntikan, dan dia diizinkan pulang keesokan harinya, Senin 10 Mei. Rumah sakit lalu melanjutkan dengan melakukan penyelidikan atas kesalahan tersebut. 

Beberapa kasus lain overdosis vaksin Covid-19 menjadi berita utama dalam beberapa bulan terakhir. Termasuk kasus seorang pria berusia 91 tahun di Ohio, Amerika Serikat, yang mengalami syok setelah menerima dua dosis vaksin Covid-19 dalam satu hari.

Pada April lalu, 77 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Negara Bagian Iowa, Amerika Serikat, masing-masing menerima hingga enam kali dosis normal vaksin Pfizer-BioNTech. Tidak ada narapidana yang membutuhkan rawat inap setelah overdosis vaksin, tapi beberapa mengalami sakit lengan, nyeri tubuh dan demam.

“Kedua perawat yang memberikan vaksin di penjara tersebut telah cuti selama penyelidikan atas insiden tersebut,” kata para pejabat setempat.

Dikutip Des Moines Register, Erik Maki, seorang profesor farmasi dari Drake University, AS, yang tidak terlibat dalam situasi Fort Madison, Iowa, mengatakan vaksin Pfizer lebih rumit untuk ditangani daripada versi Moderna. Keduanya dibekukan, tapi versi Pfizer dikemas sebagai konsentrat yang harus diencerkan dengan larutan garam dalam jumlah yang signifikan.

Dia mengatakan idak mengetahui detail dari kasus-kasus tersebut, tapi secara umum, dia memperkirakan, efek overdosis vaksin lebih tidak berbahaya. “Pasien kemungkinan akan memiliki efek samping yang lebih kuat dari biasanya, seperti nyeri tubuh, kelelahan dan demam. Sepertinya mereka sedang flu," tutur Maki.

Grant Houselog, seorang apoteker yang merupakan asisten direktur Iowa Poison Control Center, mengatakan telah menerima beberapa laporan overdosis vaksin Covid-19 di negara bagian tersebut. “Tetapi tidak ada alasan yang diketahui untuk mengharapkan hasil yang mengancam jiwa. Kami khawatir, tapi tidak terlalu," katanya. 

CBS | LIVE SCIENCE | DES MOINES REGISTER

Baca juga:
India Hadapi Infeksi Jamur Hitam Mematikan di Tengah Krisis Covid-19






Kalah Gugatan, Penolakan Okinawa atas Relokasi Pangkalan AS Berakhir?

48 menit lalu

Kalah Gugatan, Penolakan Okinawa atas Relokasi Pangkalan AS Berakhir?

Mahkamah Agung Jepang menolak permohonan Pemerintah Prefektur Okinawa untuk menghentikan pembangunan tempat relokasi pangkalan AS


Putin: Ambisi Barat Menguasai Dunia Meningkatkan Risiko Konflik

2 jam lalu

Putin: Ambisi Barat Menguasai Dunia Meningkatkan Risiko Konflik

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keinginan Barat untuk mempertahankan dominasinya di panggung dunia meningkatkan risiko konflik.


AS: China Ancaman Utama dalam Pertahanan Luar Angkasa

4 jam lalu

AS: China Ancaman Utama dalam Pertahanan Luar Angkasa

China sedang membangun kemampuan yang menempatkan sebagian besar aset luar angkasa Amerika Serikat dalam risiko


Jepang, Inggris, Italia Bangun Jet Tempur Pendamping F-35

4 jam lalu

Jepang, Inggris, Italia Bangun Jet Tempur Pendamping F-35

Jepang, Inggris, dan Italia bekerja sama membangun jet tempur generasi berikutnya pengganti Typhoon dan melengkapi armada F-35 Lightning.


Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

4 jam lalu

Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

Calon penumpang di Stasiun Sukabumi itu marah karena ditolak naik KA Pangrango karena belum vaksin. Merusak kaca loket dan melukai seorang petugas.


DPR AS Setujui RUU Pernikahan Sesama Jenis

9 jam lalu

DPR AS Setujui RUU Pernikahan Sesama Jenis

DPR AS memberikan persetujuan akhir rancangan undang-undang yang memberikan pengakuan federal atas pernikahan sesama jenis.


Saudi dan Huawei Teken Kerja Sama, AS Makin Khawatir?

10 jam lalu

Saudi dan Huawei Teken Kerja Sama, AS Makin Khawatir?

Saudi dan China memamerkan hubungan yang semakin dalam dengan serangkaian kesepakatan strategis, termasuk dengan Huawei yang dicurigai AS.


Deretan Fakta Pengesahan RKUHP yang Dikhawatirkan Memperburuk Iklim Investasi

13 jam lalu

Deretan Fakta Pengesahan RKUHP yang Dikhawatirkan Memperburuk Iklim Investasi

Pasal-pasal soal ranah privat dalam KUHP menuai banjir kritik dari dalam dan luar negeri. Investor asing dikhawatirkan kabur karenanya. Ini faktanya.


Brittney Griner Bebas, Ditukar dengan Pedagang Senjata Rusia

13 jam lalu

Brittney Griner Bebas, Ditukar dengan Pedagang Senjata Rusia

Bintang bola basket putri Amerika Serikat Brittney Griner telah dibebaskan dalam pertukaran tahanan dengan Rusia.


Capaian Vaksinasi Booster Kedua Rendah, DKI Bicara Soal Reward dan Punishment

14 jam lalu

Capaian Vaksinasi Booster Kedua Rendah, DKI Bicara Soal Reward dan Punishment

Capaian vaksinasi booster kedua tergolong rendah. Dinas Kesehatan Jakarta merasa sulit menyadarkan warga. Harus diiming-imingi reward dan punishment.