Gempa Kedua Guncang Bukittinggi Malam Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • eta lokasi gempa Bukittinggi dengan magnitudo 3.7, pada Jumat sore, 21 Mei 2021. Twitter/DaryonoBMKG

    eta lokasi gempa Bukittinggi dengan magnitudo 3.7, pada Jumat sore, 21 Mei 2021. Twitter/DaryonoBMKG

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa kembali terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Jumat malam ini, 21 Mei 2021. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat gempa terkini di wilayah itu mengguncang pada pukul 21.36 WIB dengan kekuatan yang terukur Magnitudo 4,0.

    BMKG menyebut gempa itu masih berpusat di darat, 11 kilometer arah barat laut Kota Bukittinggi. Ini seperti yang terjadi Jumat sore maupun Rabu lalu. Pada Jumat sore, Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Irwan Slamet, menerangkan gempa dipicu oleh aktivitas Sesar Sumatera segmen Sianok.

    Bersumber dari kedalaman 10 kilometer, gempa pada malam ini juga sama seperti sore tadi yang mengguncang hingga skala IV MMI di Bukittinggi. Pada Jumat sore, gempa 3,7 M sudah membuat sebagian warga kota itu terkejut dan menghambur ke luar dari rumah atau bangunan. 

    "Saya langsung ke luar rumah dengan tergesa-gesa, jujur saya takut," kata Upik, 65 tahun, warga Bukittinggi, yang bisa merasakan gempa tersebut

    Sementara itu, BMKG telah mencatat setidaknya dua kali gempa susulan dari gempa dari laut di selatan Jawa Timur, pada malam ini. Keduanya terukur berkekuatan 3,1 dan 2,9 M. Adapun gempa utama  pada pukul 19.09 WIB berkekuatan 5,9 M yang mengguncang Blitar hingga skala VI MMI atau setara gempa sedang.

    Tentang gempa yang mengguncang keras Blitar tersebut, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menerangkan, "Merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam Lempeng Eurasia."

    ANTARA

    Baca juga:
    BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Panas di Indonesia Saat Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.